Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Untuk mendukung ekspansi regional, TPIA juga mengintegrasikan aset di Indonesia dan Singapura guna mengoptimalkan feedstock, produksi, utilitas, dan logistik secara menyeluruh, sekaligus memperluas akses pasar kawasan.
Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Riva’i, menyatakan integrasi lintas negara tersebut ditujukan untuk memperkuat efisiensi rantai nilai dari hulu ke hilir.
“Integrasi ini memungkinkan alur produksi yang lebih efektif dan efisien, sehingga pertumbuhan bisnis dapat berjalan berkelanjutan. Di saat yang sama, ekspansi ini membuka peluang kerja baru dan mendorong peningkatan kompetensi talenta nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Emiten Prajogo (TPIA) Mulai Tawarkan Obligasi Rp2,25 Triliun, Dana Buat Modal Kerja
Sebagai bagian dari penguatan struktur bisnis, TPIA mengembangkan proyek strategis Pabrik Chlor Alkali & Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini ditujukan untuk memperkuat pasokan bahan kimia domestik dan mengurangi ketergantungan impor. Hingga kini, progres konstruksi telah melampaui 50% dengan kapasitas produksi 400 ribu ton per tahun kaustik soda dan 500 ribu ton per tahun EDC.
Melalui substitusi impor kaustik soda serta potensi ekspor EDC ke kawasan Asia Tenggara, proyek CA-EDC diproyeksikan menghasilkan nilai ekonomi hingga sekitar Rp10 triliun per tahun dan menyerap sekitar 3.250 tenaga kerja selama fase konstruksi dan operasional.
Selain itu, perseroan membentuk Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) sebagai entitas shared service untuk mendukung layanan back office terintegrasi. Saat ini, CASS difokuskan untuk mendukung operasional internal dan ke depan ditargetkan melayani pihak eksternal. Hingga tahun depan, pengembangan CASS diperkirakan menyerap sekitar 200 tenaga kerja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: