Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Amerika Serikat (AS) Tak Berikan Iran Banyak Opsi: Kesepakatan Nuklir Wajib Berlaku Permanen

Amerika Serikat (AS) Tak Berikan Iran Banyak Opsi: Kesepakatan Nuklir Wajib Berlaku Permanen Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait dengan pengembangan nuklir kembali memanas menyusul laporan bahwa kesepakatan tersebut mesti berlaku tanpa adanya tenggat waktu. Hal ini jelas bisa menjadi kerugian tersendiri untuk Teheran.

Dikutip dari Axios, Utusan Khusus Gedung Putih Steve Witkoff tidak percaya dengan komitmen dari Iran. Ia ingin agar setiap kesepakatan nuklir dengan negara tersebut berlaku tanpa batas waktu. 

Baca Juga: Indonesia Resmi Teken Perjanjian Dagang Resiprokal dengan Amerika Serikat

Langkah ini menjadi tekanan baru dari Amerika Serikat. Diketahui, Negeri Paman Sam tengah mengerahkan kekuatan militer besar dan mengancam opsi serangan militer apabila tidak ada kesepakatan nuklir yang dicapai dengan Iran.

Washington juga meningkatkan tekanan diplomatik menyusul tindakan keras aparat terhadap gelombang demonstrasi dalam beberapa pekan terakhir di Iran. Namun Gedung Putih menilai stabilitas regional dan isu non-proliferasi nuklir sebagai kepentingan keamanan utama.

Adapun Iran menegaskan tetap membuka pintu diplomasi dengan Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi menyatakan bahwa pihaknya siap mengambil semua langkah yang diperlukan demi tercapainya kesepakatan.

“Kami siap mencapai kesepakatan secepat mungkin. Kami akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mewujudkannya. Kami akan memasuki ruang perundingan dengan kejujuran dan itikad baik penuh,” ujar Takht-Ravanchi.

Baca Juga: Negosiasi atau Perang, Iran Sudah Punya Rencana Hadapi Invasi Amerika Serikat (AS)

Namun, Iran juga melayangkan peringatan keras. Takht-Ravanchi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan respons tegas apabila pihaknya mendapatkan serangan militer dari AS.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Bagikan Artikel: