Dunia Memanas, China Sebut Amerika Serikat (AS) Ingin Kembangkan Senjata Nuklir Lagi
Kredit Foto: Reuters/Aly Song
China membantah tuduhan bahwa pihaknya tengah mengembangkan senjata nuklir. Menurutnya, Amerika Serikat melempatkan tuduhan itu untuk melegitimasi upayanya mengembangkan kembali senjata nuklir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning menegaskan bahwa tuduhan bahwa pihaknya kembali mengembangkan senjata nuklir tidaklah berdasar dan bohong.
Baca Juga: China 'Serang' Jepang, Mitsubishi Kini Masuk Daftar Kontrol Ekspor
“Tuduhan Amerika Serikat tidak berdasar dan sepenuhnya tidak benar,” kata Mao, dikutip dari Xinhua.
Ia menegaskan bahwa pihaknya sejak awal secara konsisten mendukung tujuan dan prinsip Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty (CTBT). China juga tetap mematuhi moratorium uji coba nuklir yang telah disepakati oleh lima negara pemilik senjata nuklir.
Amerika Serikan menurutnya tengah melakukan upaya framing dan kampanye negatif terhadap negara lain demi menghindari kewajiban pengendalian senjata internasional. Menurut Mao, hal itu justru akan merusak kredibilitas dari Washington.
“Amerika Serikat harus mematuhi moratorium uji coba nuklir, menjaga konsensus global terkait pelarangan uji nuklir serta berhenti mencari pembenaran untuk melanjutkan uji coba nuklir,” ujarnya.
Baca Juga: Trump Ketar-ketir, Sebut Iran Kembangkan Rudal Guna Menyerang Amerika Serikat (AS)
Sebelumnya, Amerika Serikat mengkritik minimnya pengawasan internasional terhadap pengembangan nuklir dari China. Washington menuding rivalnya itu tengah memperluas arsenal nuklirnya secara cepat dan tidak transparan.
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat untuk Pengendalian Senjata dan Non-Proliferasi Christopher Yeaw menyatakan bahwa ada ekspansi besar-besaran terhadap persenjataan nuklir tanpa kejelasan tujuan akhir di China.
“China secara sengaja dan tanpa pembatasan telah memperluas arsenal nuklirnya secara masif tanpa transparansi,” ujar Yeaw.
Baca Juga: Meski Dihancurkan, Amerika Serikat (AS) Klaim Iran Diam-diam Terus Kembangkan Senjata Nuklir
China menurutnya juga berpotensi segera mencapai paritas nuklir dengan Amerika Serikat dan Rusia. Menurut Yeaw, Beijing diperkirakan memiliki material fisil yang cukup untuk lebih dari seribu hulu ledak nuklir pada 2030.
Yeaw juga menyinggung berakhirnya perjanjian New Start. Ia menegaskan bahwa berakhirnya perjanjian tersebut bukan berarti pihaknya menolak pengendalian senjata, melainkan ingin merundingkan kesepakatan baru yang lebih luas dengan melibatkan China.
Baca Juga: Indonesia Resmi Teken Perjanjian Dagang Resiprokal dengan Amerika Serikat
“Tujuan kami adalah mencapai kesepakatan yang lebih baik menuju dunia dengan lebih sedikit senjata nuklir,” kata Yeaw.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: