Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
China kembali menegaskan posisinya terkait perang dari Rusia dan Ukraina. Beijing menegaskan bahwa pihaknya selalu mengedepankan perdamaian di dunia.
Presiden China Xi Jinping menegaskan kembali bahwa dialog dan negosiasi merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang berkelanjutan untuk Rusia dan Ukraina.
Baca Juga: Dunia Memanas, China Sebut Amerika Serikat (AS) Ingin Kembangkan Senjata Nuklir Lagi
Xi menilai bahwa penyelesaian konflik kedua negara harus dibangun di atas partisipasi setara seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, keterlibatan yang adil menjadi fondasi penting bagi terciptanya perdamaian jangka panjang.
“Solusi damai hanya dapat dicapai melalui dialog dan konsultasi, dengan memastikan semua pihak terlibat secara setara dan kekhawatiran sah masing-masing diperhatikan,” ujar Xi, dikutip dari Xinhua.
Xi juga menekankan perlunya mengakomodasi kepentingan sah semua pihak guna memperkuat kemauan politik menuju perdamaian, serta mendorong terciptanya keamanan bersama sebagai kerangka dasar stabilitas kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika diplomasi yang kembali meningkat antara Ukraina, Rusia dan Amerika Serikat.
Baca Juga: China 'Serang' Jepang, Mitsubishi Kini Masuk Daftar Kontrol Ekspor
Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah sepakat agar putaran berikutnya dari perundingan trilateral mengenai penyelesaian perang dapat membuka jalan menuju pertemuan tingkat pemimpin negara.
Zelenskiy mengatakan bahwa pembicaraan tiga pihak dijadwalkan berlangsung pada awal bulan mendatang. Ia berharap pertemuan tersebut mampu menjadi momentum untuk membawa proses negosiasi ke level kepala negara.
“Kami berharap pertemuan ini menciptakan peluang untuk mengangkat pembicaraan ke tingkat para pemimpin. Trump mendukung urutan langkah ini,” ujar Zelenskiy.
Baca Juga: Trump Ketar-ketir, Sebut Iran Kembangkan Rudal Guna Menyerang Amerika Serikat (AS)
Menurutnya, pertemuan di level tertinggi merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan isu-isu paling kompleks dan sensitif, serta mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Namun demikian, upaya diplomasi sejauh ini masih menghadapi jalan buntu. Pertemuan ketiga sebelumnya kembali berakhir tanpa terobosan signifikan, terutama terkait isu krusial wilayah.
Zelenskiy secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas minimnya kemajuan. Delegasi Rusia menurutnya lebih banyak membahas aspek sejarah konflik ketimbang mencari solusi konkret dalam jangka pendek.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Tak Berikan Iran Banyak Opsi: Kesepakatan Nuklir Wajib Berlaku Permanen
Ketegangan diplomatik ini menunjukkan bahwa meskipun sinyal politik menuju dialog mulai menguat, perbedaan posisi mendasar antara pihak-pihak yang bertikai masih menjadi tantangan besar bagi upaya perdamaian dari Rusia dan Ukraina.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: