Kredit Foto: Maybank Finance
Unit Perbankan Syariah PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat lonjakan laba sebelum pajak (profit before tax/PBT) sebesar 104% menjadi Rp847 miliar sepanjang 2025. Kinerja tersebut menjadikan bisnis syariah sebagai salah satu kontributor utama penguatan laba induk perseroan.
Kenaikan laba didorong oleh perbaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil seiring penurunan bagi hasil untuk pemilik dana investasi. Pendapatan setelah distribusi bagi hasil tercatat meningkat 16,5%. Di sisi lain, other operating income naik 2,1%, sehingga gross operating income Syariah tumbuh 13,9% dengan beban provisi yang menurun.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa 2025 menjadi momentum penguatan profitabilitas dan fundamental bank di tengah ketidakpastian pasar.
Baca Juga: Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Rp1,66 Triliun pada 2025, Melonjak 48,5%
“Kami juga secara disiplin mengelola biaya serta mengoptimalkan struktur pendanaan, dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas kami meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat, serta neraca yang lebih resilien,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2026).
Dari sisi penyaluran pembiayaan, segmen nonritel tumbuh 8,1% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang pembiayaan SME+ yang melonjak 27,7%, diikuti RSME sebesar 6,6% dan business bankingsebesar 3,2%.
Pembiayaan ritel juga mencatatkan pertumbuhan dua digit, meningkat 13,5% YoY. Kinerja tersebut terutama berasal dari pembiayaan kepemilikan properti yang tumbuh 16,5% sepanjang 2025.
Secara keseluruhan, total pembiayaan Syariah mencapai Rp30,51 triliun atau setara 28,1% dari total portofolio pembiayaan bank (bank-only). Dari sisi neraca, total aset Syariah berkontribusi 24,7% terhadap total aset Maybank Indonesia.
Di sisi pendanaan, kinerja bisnis Syariah turut ditopang penguatan dana murah. Dana pihak ketiga berbasis current account saving account (CASA) Syariah tumbuh 5,5%, dengan rasio CASA meningkat menjadi 64,8%. Total simpanan Syariah tercatat sebesar Rp32,95 triliun.
Kualitas aset tetap terjaga di tengah pertumbuhan pembiayaan. Rasio non-performing financing (NPF) tercatat pada level 2,2% (gross) dan 1,4% (net), sementara rasio financing to deposit ratio (FDR) berada di level 91,9%.
Hingga Desember 2025, Maybank Indonesia mengoperasikan 275 jaringan kantor, termasuk 20 cabang Syariah serta satu cabang di Mumbai, India.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: