Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kemenperin Ungkap Industri Tahan Produksi Meski Permintaan Naik

Kemenperin Ungkap Industri Tahan Produksi Meski Permintaan Naik Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian mencatat aktivitas manufaktur nasional masih berada di zona ekspansi pada Februari 2026. Namun, peningkatan pesanan baru belum sepenuhnya diikuti percepatan produksi, seiring pelaku industri yang cenderung menahan output pada awal tahun.

Berdasarkan data Indeks Kepercayaan Industri (IKI), Kementerian Perindustrian melaporkan IKI Februari 2026 berada di level 54,02. Angka tersebut turun tipis 0,10 poin dibandingkan Januari 2026 yang tercatat 54,12, tetapi meningkat 0,87 poin dibandingkan Februari 2025 sebesar 53,15.

“Nilai IKI Februari melambat sebesar 0,10 poin dibandingkan bulan Januari,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Program Gentengisasi Dorong Produktivitas Industri Nasional

Secara komponen, variabel pesanan baru pada Februari 2026 meningkat 0,07 poin menjadi 55,34. Persediaan produk juga naik 0,11 poin ke level 50,25. Sebaliknya, variabel produksi justru melambat 0,51 poin menjadi 54,35.

Perbedaan arah antara pesanan dan produksi tersebut mengindikasikan bahwa penguatan permintaan belum direspons dengan ekspansi output secara agresif. Pelaku industri cenderung menjaga volume produksi sambil mempertimbangkan struktur biaya dan efisiensi operasional.

Kementerian Perindustrian sebelumnya mencatat bahwa faktor biaya, khususnya harga energi seperti gas bumi, masih menjadi pertimbangan utama dalam menjaga keekonomian produksi di sektor manufaktur.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri

Bagikan Artikel: