Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Meski demikian, mayoritas subsektor industri pengolahan masih berada dalam fase ekspansi. Dari 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 19 subsektor tercatat ekspansif dan menyumbang sekitar 92,9% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Pengolahan Nonmigas pada triwulan IV 2025.
“Jadi kenapa IKI pada bulan Februari ini cukup tinggi dan jauh di atas 50, itu karena 19 subsektor yang share PDB-nya besar-besar berada dalam kondisi ekspansif,” kata Febri.
Baca Juga: Industri Rokok Elektrik Sambut Regulasi Ketat, Pondasi Bisnis Sehat
Adapun subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Februari 2026 tercatat pada Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman (KBLI 18) serta Industri Alat Angkut Lainnya (KBLI 30), mencerminkan aktivitas usaha yang relatif kuat.
Sementara itu, empat subsektor masih berada pada fase kontraksi, yakni Industri Kayu, Barang dari Kayu dan Gabus serta Barang Anyaman dari Bambu, Rotan dan Sejenisnya (KBLI 16), Industri Barang Galian Bukan Logam (KBLI 23), Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik (KBLI 26), serta Reparasi dan Pemasangan Mesin dan Peralatan (KBLI 33).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: