Grab Siapkan Rp100 Miliar Lebih untuk Mitra, BHR Cair Sebelum Lebaran 2026
Kredit Foto: (Istimewa)
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Grab Indonesia menyiapkan anggaran lebih dari Rp100 miliar, guna memperkuat perlindungan dan kesejahteraan mitra pengemudinya.
Salah satu fokus utama dari alokasi dana tersebut adalah pemberian Bonus Hari Raya (BHR) yang dipastikan akan diterima mitra sebelum Lebaran.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan, komitmen tersebut telah disiapkan sejak awal tahun melalui program Grab untuk Indonesia.
Meski detail teknis seperti besaran pasti bonus dan jumlah penerima belum diumumkan, perusahaan memastikan skema BHR tengah difinalisasi sambil menunggu arahan kebijakan pemerintah.
"Pasti akan kami beri tahu, dan yang pasti semua mitra akan mendapatkan itu sebelum Hari Raya," ujar Neneng, Kamis (26/2/2026).
Kebijakan BHR diperkenalkan melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan pada 2025.
Saat itu, bonus diberikan secara proporsional berdasarkan performa mitra, dengan perhitungan tertentu dari rata-rata pendapatan bersih bulanan, dan wajib dicairkan paling lambat tujuh hari sebelum Idulfitri.
Tahun ini, pemerintah kembali memberi sinyal pengumuman BHR akan dilakukan bersamaan dengan kebijakan THR pekerja formal.
Tak hanya berhenti pada bonus musiman, Grab membagi program kesejahteraannya dalam tiga tahap.
Selain BHR, perusahaan menanggung iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi mitra berprestasi, serta membuka akses peningkatan kapasitas melalui program pengembangan keterampilan.
Skema ini juga mendorong mobilitas ekonomi mitra, seperti peralihan dari kendaraan roda dua ke roda empat, atau bahkan menjadi mitra merchant di Grab.
Data internal perusahaan menunjukkan ribuan mitra telah berhasil meningkatkan skala usahanya.
Lebih dari 3.400 pengemudi kini merangkap sebagai mitra merchant, sementara lebih dari 1.700 pengemudi roda dua beralih menjadi pengemudi mobil.
Baca Juga: Belum Berhenti, Entitas Grab Serok Lagi Rp285,5 Miliar Saham SUPA
Di sisi lain, jumlah mitra aktif harian Grab mencapai sekitar 3,7 juta orang, meski sebagian di antaranya hanya mengambil order secara terbatas setiap bulan.
Dengan kepastian pencairan sebelum Lebaran dan dukungan regulasi yang sedang difinalisasi pemerintah, BHR 2026 berpotensi menjadi momentum penting bagi penguatan perlindungan mitra transportasi berbasis aplikasi di Indonesia. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: