Selat Hormuz Ditutup Iran, DPR Minta Pemerintah Segera Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
Kredit Foto: Google Earth
Jabbari memperingatkan bahwa jalur pipa minyak juga bisa menjadi sasaran serangan, dan menegaskan Iran tidak akan mengizinkan setetes pun minyak meninggalkan wilayah tersebut.
Pernyataan keras itu turut diiringi prediksi yang mengguncang pasar: harga minyak dipatok bisa menembus 200 dolar AS per barel dalam hitungan hari.
Putri menekankan bahwa kerentanan Indonesia semakin tinggi justru karena penutupan terjadi di momen yang paling sensitif terhadap lonjakan permintaan energi.
"Sebentar lagi akan memasuki Lebaran sehingga biasanya memang ada peningkatan kan untuk BBM dan lain sebagainya, ini memang harus kita antisipasi bersama," katanya.
Setiap tahun, periode Ramadan hingga Idulfitri mencatat lonjakan konsumsi BBM secara nasional, didorong oleh pergerakan massal pemudik dan tingginya aktivitas ekonomi selama libur panjang.
Bila harga minyak dunia ikut melonjak di tengah momen itu, tekanan terhadap subsidi energi dan kompensasi dalam APBN bisa meningkat tajam dalam waktu singkat.
Menghadapi ketidakpastian yang belum diketahui kapan akan berakhir, Putri mendorong pemerintah untuk memperkuat diversifikasi pasokan energi dalam negeri.
Ia menyoroti pentingnya kerja sama Indonesia dengan sejumlah perusahaan energi asal Amerika Serikat sebagai langkah konkret mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Timur Tengah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: