Selat Hormuz Ditutup Iran, DPR Minta Pemerintah Segera Antisipasi Lonjakan Harga Minyak
Kredit Foto: Google Earth
"Karena yang dikhawatirkan dengan adanya ketegangan ini nanti Selat Hormuz ditutupnya belum tentu sampai kapan, kita kan berharap jangan sampai nanti ada kenaikan. Kalau kenaikan nanti tentu berdampak kepada APBN kita," ucapnya.
Pernyataan itu mencerminkan kecemasan yang lebih dalam: ketidakpastian durasi krisis. Selama penutupan berlangsung, Indonesia, sebagai negara importir minyak bersih, berada di posisi yang rentan terhadap gejolak harga yang tidak dapat dikendalikan dari dalam negeri.
Sebagai respons atas perkembangan situasi, Putri mengungkapkan bahwa langkah koordinatif di tingkat pemerintah sudah mulai bergerak.
"Menteri ESDM [Bahlil Lahadalia] juga nanti akan segera mengadakan rapat dengan Dewan Energi Nasional untuk membahas terkait dengan permasalahan ini," tuturnya.
Baca Juga: RI Waspadai Perang AS–Iran: Penutupan Selat Hormuz Ancam Pasokan Minyak Indonesia
Rapat Dewan Energi Nasional itu akan menjadi ujian penting untuk menentukan seberapa siap Indonesia menghadapi skenario terburuk dari krisis energi yang kini sedang terbentuk di Selat Hormuz.
Ketika jalur minyak dunia tersumbat oleh konflik bersenjata, kecepatan respons kebijakan energi nasional bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: