Kredit Foto: Istimewa
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengungkapkan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) akan menyiapkan desain pembangunan yang lebih fleksibel bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih sebagai solusi atas keterbatasan lahan di sejumlah wilayah.
Hingga kini, tercatat sebanyak 30.336 koperasi desa tengah dalam tahap pembangunan, dengan tantangan utama berupa ketersediaan lahan yang sesuai kebutuhan. Hal ini disampaikan Menkop dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Menko Airlangga Umumkan THR dan BHR Bagi ASN hingga Ojol
“Kami memahami adanya keterbatasan lahan di beberapa desa dan kelurahan. Oleh karena itu, kami akan segera menyesuaikan spesifikasi pembangunan fisik koperasi agar bisa lebih fleksibel dan sesuai dengan kondisi lokal,” ujar Menkop, dikutip dari siaran pers Kemenkop, Selasa (3/3).
Sebagai upaya mengatasi masalah tersebut, Kemenkop berencana untuk mengeluarkan kebijakan customized design untuk koperasi yang dibangun di desa dengan keterbatasan luas lahan. Kebijakan ini akan diteruskan kepada PT Agrinas Pangan Nusantara, sebagai pelaksana pembangunan fisik gedung Kopdes Merah Putih.
Hal ini dilakukan agar pembangunan fisik tetap dapat memenuhi standar yang ditetapkan, meskipun dengan adanya keterbatasan fisik yang berbeda di tiap wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun pada Command Center Kemenkop, sebanyak 48.734 lahan sudah dilakukan pemetaan. Kemudian ada sebanyak 30.336 titik yang sedang dilakukan pembangunan fisik. Dari total angka tersebut, yang telah rampung 100% adalah sebanyak 1.135 titik.
Hadir dalam rapat tersebut Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, bersama jajaran kementerian/lembaga terkait.
Selain itu, Menkop juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam mempercepat proses pembangunan fisik, termasuk dari Kementerian/Lembaga di tingkat pusat serta pemerintah daerah.
“Kami berharap ada sinergi yang lebih kuat antara pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan fisik koperasi, terutama dalam hal pengadaan lahan dan pembangunan infrastruktur,” tambah Menkop.
Sementara itu Menkop juga menyampaikan telah diresmikannya dua Toko Rakyat Serba Ada (Torasera), yakni di Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Probolinggo. Menurutnya, Torasera adalah pusat distribusi barang yang berfungsi sebagai titik penghubung antara Kopdes Merah Putih dengan masyarakat.
Prototipe ini akan menjadi contoh bagi daerah lainnya untuk dibangun di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
“Torasera ini penting untuk mendukung distribusi barang dan hasil produk masyarakat desa. Harapannya, satu Torasera bisa melayani hingga 100-150 koperasi desa,” jelas Menkop.
Baca Juga: Kemenhaj Pastikan Kepulangan Jemaah Umrah Aman di Tengah Ketegangan AS–Iran
Seiring dengan pembangunan fisik gedung Kopdes Merah Putih, Kemenkop juga akan mengoptimalkan pelatihan sumber daya manusia (SDM) agar para calon pengurus dapat mengelola koperasi dengan lebih profesional, transparan, dan akuntabel.
"Dengan pembangunan fisik yang lebih cepat dan pengelolaan yang lebih baik, Kopdes Merah Putih akan semakin berperan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat desa dan mendukung ketahanan pangan nasional," kata Menkop Ferry.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya