Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Sementara untuk gas, di Bulan Februari 2026 lifting-nya di angka 1.683 MMSCFD, dengan lifting melalui 15 operator wilayah kerja, dan juga perjanjian komersialnya ada 154," beber Hermansyah.
Hermansyah menambahkan, secara keseluruhan Pertamina melalui PHE, memegang sekitar 80% porsi aktivitas industri hulu minyak dan gas bumi nasional.
Selain memproduksikan sumur-sumur eksisting, perusahaan juga melanjutkan eksplorasi di sejumlah wilayah seperti Sumatra Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Timur, guna menjaga kesinambungan produksi dan ketahanan energi nasional.
"Saat ini, eksplorasi kita sedang berlangsung beberapa pengeboran di Kampung Minyak Baru, Sumatra Selatan, lalu di Jabar, dan juga di Jawa Timur," imbuhnya.
Baca Juga: SPBU 24 Jam dan 200 Motorist Disiagakan, Pertamina Antisipasi Lonjakan 12% Konsumsi BBM Saat Mudik
Ia memastikan operasional hulu migas tetap berjalan normal selama periode RAFI 2026, dengan pengawasan keselamatan yang diperketat.
"Kami juga terus berkoordinasi dengan regulator dan juga stakeholder lainnya, untuk memastikan kelancaran produksi dan juga lifting," imbuh Hermansyah Y Nasroen. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: