Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Menperin-Menkeu 'Duduk Bareng' Cari Jalan Keluar Masalah di Industri Manufaktur

Menperin-Menkeu 'Duduk Bareng' Cari Jalan Keluar Masalah di Industri Manufaktur Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menggelar pertemuan khusus dengan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada Selasa (5/5/2026). Pertemuan inidilakukan untuk membedah berbagai kendala yang dihadapi para pelaku usaha di sektor manufaktur.

Agus menjelaskan, koordinasi antar kementerian ini sangat krusial karena sektor manufaktur merupakan tulang punggung perekonomian nasional. Menurutnya, pertumbuhan manufaktur tahun lalu mencatatkan sejarah dengan berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional—sebuah capaian yang tidak terjadi dalam 14 tahun terakhir.

"Kami berdua, Kementerian Keuangan dan Kementerian (Perindustrian) sudah duduk, kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah, itu kemudian mencarikan jalan keluarnya," kata Agus saat ditemui usai pertemuan.

Agus secara khusus mengapresiasi langkah Menteri Keuangan yang telah menginisiasi pembentukan tim khusus untuk mengurai sumbatan atau masalah yang dihadapi dunia usaha.

"Kami memberikan apresiasi sejak awal bahwa Menteri Keuangan sudah membuka, mengakanalisasi masalah-masalah yang dihadapi oleh pelaku usaha, bukan hanya manufaktur, dengan membentuk apa yang disebut dengan tim debottlenecking," tuturnya.

Fokus Stimulus dan Insentif

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga membahas langkah-langkah kebijakan yang perlu diambil pemerintah, baik dalam bentuk stimulus maupun insentif. Tujuannya agar sektor manufaktur bisa bergerak lebih cepat menopang ekonomi.

Selain masalah internal, ekspor manufaktur juga menjadi bahasan utama. Berdasarkan data BPS, produk manufaktur menyumbang 75% hingga 80% dari total ekspor nasional. Namun, Agus mencatat ada perbedaan karakteristik antara industri Indonesia dengan negara tetangga seperti Vietnam atau Thailand.

Baca Juga: Temui Purbaya, Menperin Bahas Hilal Insentif Kendaraan Listrik

"Output manufaktur kita selama ini rata-rata hanya 20-an persen yang diekspor, 80 persen merupakan produk yang diserap di dalam negeri," jelas Agus.

Ke depan, pemerintah ingin menggenjot rasio ekspor tersebut tanpa mengabaikan perlindungan terhadap pasar domestik.

"Kita perlu untuk melihat kemungkinan kita meningkatkan ekspor produk-produk kita ke luar negeri sehingga kita bisa merubah sedikit rasio antara output manufaktur yang 80 persen domestik dan 20 persen ekspor, tanpa mengurangi porsi domestiknya," pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra