Kredit Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Dari total kebutuhan sekitar 8 juta ton per tahun, sekitar 80% masih dipenuhi dari impor.
“DME itu nanti diproyeksikan untuk mengurangi ketergantungan impor LPG, karena LPG ini kan kita sudah 80 persen impor ya, sekitar 7,2 juta kita impor dari total kebutuhan itu,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, langkah tersebut juga dilatarbelakangi pertimbangan ketahanan energi, di tengah dinamika geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok energi.
Menurutnya, dalam kondisi tertentu seperti konflik atau gangguan distribusi energi global, ketergantungan terhadap impor dapat menimbulkan risiko bagi pasokan energi domestik.
“Sekarang apalagi dengan konfigurasi geopolitik Timur Tengah yang sekarang sedang bergejolak."
"Kita tahu mekanisme pasar itu tidak bisa sepenuhnya dipercaya untuk menjamin keamanan pasokan kita,” papar Kholid.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: