Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Persib Ketemu Manila Digger Lagi, Tapi Kini Tanpa Bobotoh dan Tekanan Jauh Lebih Besar

Persib Ketemu Manila Digger Lagi, Tapi Kini Tanpa Bobotoh dan Tekanan Jauh Lebih Besar Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Persib Bandung kembali harus melewati hadangan Manila Digger untuk bisa tampil di fase grup AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027. Namun berbeda dari musim lalu, Maung Bandung kini menghadapi tekanan yang jauh lebih besar karena bermain tanpa dukungan langsung Bobotoh.

Laga play-off antara Persib dan Manila Digger dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada 12 Agustus 2026. Pertandingan tersebut akan digelar tanpa penonton karena Persib masih menjalani sanksi AFC akibat insiden pada ACL 2 musim sebelumnya.

Situasi ini menjadi ironi bagi Persib yang datang dengan status juara Super League tiga musim beruntun. Saat membutuhkan dukungan penuh untuk mengamankan tiket ke fase grup, mereka justru harus bertarung di kandang sendiri dalam suasana yang sepi.

Pertemuan melawan Manila Digger juga menghadirkan nuansa deja vu bagi Persib. Sebab, lawan yang dihadapi pada play-off musim ini adalah tim yang sama yang mereka singkirkan pada babak serupa tahun lalu.

Pada play-off ACL 2 musim 2025/2026, Persib berhasil mengalahkan Manila Digger dengan skor 2-1 di Stadion GBLA. Kemenangan tersebut menjadi pintu masuk Maung Bandung menuju fase grup kompetisi Asia.

Saat itu, Persib menang lewat gol bunuh diri Michael Asong pada menit ke-38 dan gol Uilliam Barros pada menit ke-73. Sementara Manila Digger sempat memberi perlawanan melalui gol M. Joof pada menit ke-66.

Keberhasilan melewati Manila Digger kemudian membawa Persib menjalani salah satu kampanye terbaiknya di kompetisi Asia. Mereka mampu keluar sebagai juara Grup G yang dihuni Bangkok United, Lion City Sailors, dan Selangor FC.

Persib mengakhiri fase grup dengan koleksi 13 poin dari enam pertandingan. Catatan tersebut membuat mereka menjadi salah satu wakil ASEAN yang cukup diperhitungkan di ACL 2.

Meski demikian, perjalanan Persib akhirnya terhenti di babak 16 besar. Mereka kalah agregat 1-3 dari klub Thailand, Ratchaburi FC, setelah gagal membalikkan keadaan pada leg kedua.

Kini target Persib tidak lagi sekadar lolos ke fase grup. Publik Bandung berharap Marc Klok dan kawan-kawan mampu melangkah lebih jauh serta memperbaiki pencapaian musim lalu.

Karena itu, duel melawan Manila Digger menjadi pertandingan yang sangat krusial. Kegagalan menang akan langsung mengakhiri perjalanan Persib bahkan sebelum kompetisi utama dimulai.

Di atas kertas Persib memang lebih diunggulkan dibanding wakil Filipina tersebut. Namun Manila Digger dipastikan datang dengan pengalaman dan pelajaran dari kekalahan yang mereka alami musim lalu.

Baca Juga: Bang Jago Berulah Usai Pesta Juara Persib, Mobil Pelat B Jadi Incaran Aksi Palak

Absennya Bobotoh juga menjadi faktor yang tak bisa dianggap remeh. Selama ini dukungan puluhan ribu suporter di GBLA kerap menjadi energi tambahan yang membantu Persib melewati laga-laga penting.

Persib pun kini menghadapi ujian yang berbeda dibanding musim lalu. Selain harus mengalahkan lawan lama, mereka juga dituntut membuktikan bahwa kekuatan tim tetap mampu berbicara meski tanpa dukungan langsung dari tribun stadion.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: