Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dipantau Kim Jong Un, Korea Utara Gencar Modernisasi Produksi Senjata

Dipantau Kim Jong Un, Korea Utara Gencar Modernisasi Produksi Senjata Kredit Foto: KCNA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengunjungi pabrik amunisi dan meninjau langsung proses produksi senjata di tengah upaya negara tersebut melakukan modernisasi dan efisiensi kekuatan militernya di Asia.

Laporan Korean Central News Agency (KCNA) menunjukkan sejumlah foto kunjungan dari Kim dan Kim Ju Ae. Terlihat keduanya mengenakan jaket kulit hitam berkeliling fasilitas pabrik dan ikut melakukan latihan menembak pistol bersama pejabat militer.

Baca Juga: Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei Dapat Support Korea Utara

Kim Jong Un terlihat mengawasi proses produksi senjata api sekaligus menyerukan modernisasi sistem produksi dalam pabrik yang dikujunginya. Ia menilai pabrik tersebut memainkan peran penting dalam meningkatkan efisiensi tempur tentara dari Korea Utara.

Kim Jong Un juga menekankan perlunya meningkatkan kapasitas produksi pabrik secara jangka panjang guna mendukung kebutuhan militer negara. Kunjungan ke pabrik senjata ini terjadi tidak lama setelah ia dilaporkan menyaksikan uji coba rudal jelajah strategis dari kapal perusak baru dari Korea Utara.

Langkah tersebut menegaskan upaya negara tersebut untuk terus memperkuat kemampuan militernya di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di Asia Timur.

Ju Ae Bakal Jadi Suksesor Kim Jong Un?

Kehadiran Ju Ae dalam kunjungan tersebut juga menjadi sorotan. Hal tersebut kembali memicu spekulasi mengenai kemungkinan dirinya dipersiapkan sebagai penerus kepemimpinan di Korea Utara.

Foto-foto yang dirilis menunjukkan ia berdiri di samping ayahnya saat memeriksa senjata serta ikut dalam latihan menembak bersama pejabat militer.

Badan intelijen National Intelligence Service (NIS) Korea Selatan sebelumnya menyatakan terdapat indikasi bahwa diskusi kebijakan negara sudah mulai melibatkan Ju Ae.

Baca Juga: Digunakan Korea Utara dan Iran, Stablecoin Disebut Menjadi Alat Transaksi Ilegal

NIS bahkan menyebut ia kemungkinan sedang berada dalam tahap persiapan internal sebagai calon penerus kepemimpinan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar