Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kim Jong Un Saksikan Uji Tank Baru Korea Utara, Klaim Terbaik di Dunia

Kim Jong Un Saksikan Uji Tank Baru Korea Utara, Klaim Terbaik di Dunia Kredit Foto: KCNA
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemimpin North Korea, Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba tank tempur utama (main battle tank) terbaru yang dikembangkan negaranya. Hal ini terjadi ditengah memanasnya hubungan negara tersebut dengan Korea Selatan.

Dikutip dari Korea Central News Agency, Kim Jong Un melakukan uji coba di Akademi Ilmu Pertahanan Korea Utara. Ia menyoroti performa serta sistem perlindungan aktif kendaraan tempur tersebut.

Baca Juga: Tolak Denuklirisasi, Korea Utara Kini Anggap Korea Selatan Musuh Utama

Kim menyampaikan kepuasan atas hasil uji coba yang dinilai menunjukkan kemampuan tempur tank tersebut secara nyata. Ia menegaskan bahwa tank generasi baru tersebut memiliki sistem pertahanan aktif yang mampu menghancurkan hampir semua jenis senjata anti-tank yang ada saat ini.

Kim bahkan mengklaim tidak ada tank di dunia yang dapat menandingi kemampuan kendaraan tempur tersebut. Ia mendasari pernyataan tersebut usai menyoroti efektivitas sistem perlindungan aktif terhadap serangan dari berbagai arah.

Korea Utara menyebut bahwa hasil uji coba menunjukkan tingkat keberhasilan hingga seratus persen dalam menangkal ancaman anti-tank. Pengembangan ini difokuskan pada peningkatan kemampuan serangan strategis dari Pyongyang.

Adapun Kim Jong Un juga dilaporkan mengunjungi fasilitas pelatihan pasukan khusus serta mengawasi uji mesin roket berbahan bakar padat. Mesin terbaru tersebut memiliki daya dorong hingga 2.500 kN. Ia menjadi bagian dari rencana pengembangan pertahanan nasional dalam kerangka rencana lima tahun terbaru.

Langkah Korea Utara ini dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi militernya di tengah meningkatnya ketegangan dengan Korea Selatan. Demonstrasi kemampuan militer, termasuk tank dan teknologi roket, menjadi sinyal bahwa mereka terus mengembangkan kekuatan pertahanannya.

Sebelumnya, Korea Selatan telah dinyatakan sebagai musuh utama oleh Korea Utara. Kim memperingatkan bahwa setiap setiap pelanggaran kedaulatan akan dibalas dan respons akan dilakukan tanpa ragu. Pernyataan ini menandai perubahan besar dalam kebijakan dari Pyongyang. Ia sebelumnya masih membuka peluang reunifikasi damai di Semenanjung Korea.

Kim menegaskan bahwa status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat permanen dan tidak dapat ditukar dengan bantuan ekonomi, kaminan keamanan maupun kesepakatan internasional.

Baca Juga: Iran Soroti Demo No Kings: Rakyat Amerika Serikat Marah Akibat Dominasi Israel

Pyongyang juga menegaskan bahwa pengembangan nuklir merupakan kunci utama untuk menjamin keberlangsungan dari Korea Utara. Kim menyebut penguatan deterrence nuklir defensif sebagai langkah penting untuk keamanan nasional dan stabilitas dari Semenanjung Korea.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar