Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengendali Baru Tender Wajib Saham AYLS, Tawarkan Harga Rp134 per Lembar

Pengendali Baru Tender Wajib Saham AYLS, Tawarkan Harga Rp134 per Lembar Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Bintang Cahaya Investment (BCI) selaku pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) berencana melaksanakan penawaran tender wajib kepada pemegang saham publik.

Dalam aksi korporasi ini, BCI menawarkan pembelian sebanyak-banyaknya 258.703.236 saham dengan nilai nominal Rp50 per saham, yang setara dengan sekitar 30,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.

Harga penawaran tender wajib ditetapkan sebesar Rp134 per saham. Nilai tersebut lebih tinggi dibandingkan harga pengambilalihan saham milik pemegang saham penjual yang sebesar Rp67 per saham, serta melampaui rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham AYLS di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari sebelum pengumuman negosiasi, yakni periode 9 Agustus 2025 hingga 6 November 2025.

Dengan harga tersebut, nilai maksimal tender wajib ini mencapai Rp34.666.233.624. "Sebagai pihak yang melakukan Penawaran Tender Wajib, berdasarkan Surat Pernyataan tanggal 20 Januari 2026, PT BCI menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan penyelesaian dan pembayaran sehubungan dengan penawaran tender wajib ini," kata manajemen.

Periode pelaksanaan tender wajib akan berlangsung selama 30 hari, dimulai pada 13 Maret 2026 pukul 09.00 WIB dan berakhir pada 11 April 2026 pukul 15.00 WIB.

Sebelumnya, pada 14 Januari 2026, BCI telah merampungkan proses pengambilalihan saham AYLS dengan nilai transaksi sebesar Rp39.846.240.000. Setelah transaksi tersebut, BCI menguasai 594.720.000 saham atau setara 69,69% kepemilikan di perusahaan.

Baca Juga: Negosiasi Akuisisi Berlanjut, PT Rama Indonesia Incar 59,24% Saham DPUM

"Pengambilalihan Perseroan bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi Perseroan dalam memperluas kegiatan usahanya di Indonesia serta secara regional dan global," ujar manajemen.

Melalui dukungan finansial, manajerial, serta infrastruktur dari BCI, AYLS diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan bisnisnya, meningkatkan daya saing, sekaligus memperoleh arahan strategis yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan serta inovasi bisnis.

Ke depan, pengambilalihan ini juga akan mendorong integrasi sejumlah bisnis strategis ke dalam perusahaan tercatat. Di antaranya adalah perusahaan pelayaran luar negeri dan perusahaan perdagangan internasional, sehingga AYLS dapat memperoleh akses langsung terhadap kapabilitas logistik global, basis pelanggan yang telah terbentuk, serta aliran pendapatan yang relatif stabil.

Baca Juga: Emiten Hotel Fitra (FITT) Batal Caplok Poseidon Shipping

Selain itu, BCI juga berencana mengintegrasikan kegiatan usaha perdagangan nikel yang berbasis di Indonesia ke dalam Perseroan. Komoditas ini dinilai memiliki prospek permintaan jangka panjang yang kuat.

Sinergi antara bisnis pelayaran, perdagangan internasional, serta perdagangan nikel tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas diversifikasi sumber pendapatan, sekaligus memperkuat posisi kompetitif AYLS di pasar regional maupun global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri