Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Mau Hadirkan Kredit Murah Lewat Koperasi Merah Putih, Bunganya Hanya Segini!

Prabowo Mau Hadirkan Kredit Murah Lewat Koperasi Merah Putih, Bunganya Hanya Segini! Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menginginkan bunga pinjaman Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dapat ditekan secara signifikan. Target suku bunga yang ditetapkan oleh Kepala Negara adalah sebesar 6 persen per tahun.

Langkah ini diambil untuk mengatasi ketimpangan suku bunga yang selama ini membebani masyarakat kecil. Saat ini bunga kredit mikro bagi rakyat masih berada pada kisaran angka 24 persen.

Baca Juga: Prabowo Bantah Indonesia Kasih Setoran US$1 Miliar ke BoP

Kondisi tersebut sangat kontras dengan bunga pinjaman bagi pengusaha besar yang jauh lebih rendah. Para pengusaha besar diketahui memperoleh pembiayaan dengan bunga sekitar 9 hingga 12 persen saja.

Oleh karena itu, kehadiran 80.000 Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi solusi akses kredit murah. Program ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat dengan tingkat penghasilan yang rendah.

"Kami akan menyiapkan kredit murah melalui Koperasi Merah Putih ini," ujar Prabowo di Jakarta. Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui saluran YouTube resmi pada Minggu (22/3/2026).

Kepala negara itu menegaskan bahwa bunga koperasi harus berada jauh di bawah tarif kredit mikro saat ini. Target bunga 6 persen setahun dinilai sebagai angka yang sangat realistis untuk dicapai.

Pengembangan koperasi dalam skala besar ini diklaim sebagai terobosan ekonomi yang belum pernah ada. Pemerintah menargetkan pembangunan puluhan ribu unit koperasi tersebut tuntas dalam waktu satu tahun.

Setiap unit koperasi nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan. Fasilitas cold storage juga akan disediakan untuk menjaga kualitas komoditas milik para anggota.

Hingga saat ini, realisasi pembentukan koperasi tersebut tercatat baru mencapai sekitar 30.000 unit. Namun, pembangunan ini diprediksi akan menjadi tonggak penting bagi studi kasus ekonomi dunia.

Kehadiran koperasi didorong oleh kebutuhan mendesak untuk memperbaiki kondisi finansial para petani. Selama ini, petani seringkali terjerat oleh pinjaman rentenir karena kebutuhan dana yang mendesak.

Masa tanam hingga panen yang mencapai 120 hari membuat petani rentan mengalami kesulitan modal. Dalam periode tersebut, petani sering membutuhkan uang tunai untuk keperluan darurat keluarga mereka.

Sayangnya, para petani tidak memiliki pilihan akses pembiayaan selain meminjam kepada rentenir. Praktik rentenir tersebut sangat mengerikan karena menerapkan bunga pinjaman yang sangat mencekik.

Prabowo menilai praktik bunga tinggi tersebut sebagai bentuk ketidakadilan ekonomi yang nyata. Ketimpangan ini harus segera dihentikan demi mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca Juga: PKH Dorong Koperasi Desa Jadi Pusat Belanja Rakyat

"Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menghidupkan koperasi," tandas Presiden. Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi garda terdepan dalam melawan praktik riba di pedesaan.

Sinergi antara pemerintah pusat dan desa terus diperkuat untuk mempercepat sisa pembangunan unit. Fokus utama adalah memastikan sistem keuangan koperasi berjalan transparan dan tepat sasaran bagi anggota.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Aldi Ginastiar