Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Klaim Negosiasi Menguat, Trump Akan Mengambil Uranium Iran

Klaim Negosiasi Menguat, Trump Akan Mengambil Uranium Iran Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Donald Trump soal rencana penguasaan uranium Iran menandai meningkatnya tekanan Amerika Serikat dalam konflik yang masih memanas. Di tengah klaim jalur diplomasi, Washington justru menunjukkan pendekatan keras dengan menempatkan isu nuklir sebagai target utama.

Trump menyebut bahwa uranium yang telah diperkaya milik Iran berpotensi diambil alih jika kesepakatan tercapai. Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya mengendalikan risiko keamanan global dari program nuklir Teheran.

"Sangat mudah. Jika kita memiliki kesepakatan dengan mereka, kita akan mengambilnya sendiri," kata Trump dikutip dari Anadolu.

Di sisi lain, Trump menggambarkan adanya komunikasi yang terus berjalan antara kedua negara. Ia bahkan menilai peluang kesepakatan tetap terbuka meski konflik belum mereda.

"Mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Kami juga ingin membuat kesepakatan," ujarnya.

Namun, klaim tersebut tidak sejalan dengan sikap resmi Iran yang menolak adanya negosiasi. Perbedaan pernyataan ini memperlihatkan ketidakselarasan informasi di tengah situasi yang semakin kompleks.

Ketidakjelasan ini memperbesar ketidakpastian arah hubungan kedua negara. Publik internasional pun sulit memastikan apakah dialog benar-benar berlangsung atau hanya bagian dari strategi politik.

Trump juga membuka kemungkinan adanya komunikasi lanjutan dalam waktu dekat. Ia menyebut pembicaraan bisa dilakukan melalui sambungan telepon atau pertemuan langsung antar pejabat.

"Kita akan bertemu hari ini (Minggu (22/3/2026) mungkin melalui telepon," katanya.

Sementara itu, pemerintah Amerika sempat menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari. Langkah ini disebut sebagai upaya menciptakan ruang bagi proses diplomasi.

Meski demikian, pendekatan keras tetap menjadi bagian dari strategi Washington. Trump secara terbuka menyatakan bahwa opsi militer akan kembali digunakan jika negosiasi tidak menghasilkan kesepakatan.

"Kita akan lihat bagaimana hasilnya, dan jika berjalan dengan baik, kita akan menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, kita akan terus membombardir sesuka hari kita," ujarnya. 

Baca Juga: Iran Ancam Hancurkan Infrastruktur Energi Timur Tengah, Balas Ultimatum Trump soal Selat Hormuz

Isu uranium yang diperkaya menjadi titik krusial dalam konflik yang telah berlangsung lama. Material tersebut memiliki nilai strategis tinggi karena berkaitan langsung dengan potensi pengembangan senjata nuklir.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berlangsung di ranah militer, tetapi juga menyentuh kepentingan strategis global. Arah penyelesaian sangat bergantung pada apakah diplomasi mampu berjalan seiring dengan tekanan yang terus meningkat.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: