Tim Trump All Out Cari Kesepakatan Besar dengan Iran: Bukan Sehari Dua Hari!
Kredit Foto: Istimewa
Tim Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut masih mendorong tercapainya kesepakatan besar dengan Iran, meski secara resmi Washington belum menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa pembicaraan dengan Teheran tetap berjalan untuk mencari jalan keluar yang lebih permanen dari konflik yang sedang berlangsung.
“Amerika Serikat belum secara resmi menyetujui perpanjangan gencatan senjata. Namun, komunikasi dengan Iran terus dilakukan untuk mencapai kesepakatan,” kata pejabat senior AS itu kepada Anadolu.
Laporan itu memperlihatkan bahwa Washington belum ingin mengunci keputusan formal, tetapi juga tidak menutup pintu diplomasi. Di sisi lain, proses negosiasi justru disebut makin intens karena tim Trump aktif mendorong terbentuknya kerangka kesepakatan yang bisa menghentikan perang secara lebih permanen.
Negosiasi maraton sebelumnya sudah digelar di Islamabad pada akhir pekan lalu, namun belum menghasilkan kesepakatan. Perundingan itu dilakukan setelah Pakistan berhasil mengamankan gencatan senjata dua minggu pada 8 April, yang masa berlakunya akan habis pekan depan.
Menurut dua pejabat AS yang dikutip Axios, Washington dan Teheran justru disebut makin dekat pada sebuah kerangka kesepakatan pada Selasa. Kerangka itu dikabarkan dibahas dengan mediasi Pakistan, Mesir, dan Türkiye, sementara delegasi Pakistan yang dipimpin Field Marshal Asim Munir juga telah tiba di Teheran untuk mempersempit perbedaan yang masih tersisa.
“Mari kita lihat apakah kami bisa mencapai kesepakatan. Kami optimistis dan karena itu terus berupaya mendorong kedua pihak,” kata seorang pejabat Pakistan kepada Axios.
Peran Pakistan dalam proses ini menjadi penting karena Islamabad bukan hanya tempat berlangsungnya negosiasi, tetapi juga salah satu penengah aktif di balik layar. Munir sendiri diketahui memiliki hubungan yang hangat dengan Trump, dan presiden AS itu berulang kali memuji upaya yang dilakukan jenderal Pakistan tersebut.
Seorang pejabat anonim AS yang dikutip Axios menyebut tim negosiasi Trump, termasuk Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump Jared Kushner, telah melakukan panggilan dan bertukar draf dengan pejabat Iran serta para mediator pada Selasa.
“Mereka sedang bertelepon dan berkomunikasi lewat jalur belakang dengan semua pihak, dan mereka semakin dekat,” ujar pejabat itu.
Pernyataan lain dari seorang pejabat AS menegaskan bahwa Washington memang menginginkan kesepakatan. Ia mengatakan bahwa sebagian unsur di pemerintah Iran juga menginginkan hal yang sama, tetapi tantangan utamanya adalah membawa seluruh struktur pemerintahan Iran agar menyetujui kesepakatan tersebut.
“Kami ingin mencapai kesepakatan. Sebagian pihak di pemerintah mereka juga ingin mencapai kesepakatan. Tantangannya sekarang adalah membawa seluruh pemerintah mereka ke sana agar menyetujui kesepakatan itu,” kata pejabat tersebut.
Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Lumpuhkan Perdagangan Iran, Trump Klaim Perang Hampir Usai
Seorang pejabat AS dan sumber lain yang mengetahui pembahasan itu juga mengatakan bahwa jika kerangka kesepakatan berhasil dicapai, maka gencatan senjata perlu diperpanjang agar rincian final bisa dinegosiasikan. Mereka menegaskan bahwa detail kesepakatan tidak bisa dirampungkan dalam waktu singkat.
“Rinciannya rumit, Anda tidak bisa menyelesaikannya dalam dua hari,” kata seorang pejabat AS.
Posisi Trump terlihat cukup agresif sekaligus pragmatis. Ia belum mau mengumumkan perpanjangan gencatan senjata secara formal, tetapi timnya terus bekerja untuk mengubah jeda perang menjadi kesepakatan yang lebih besar dan permanen.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement