Kredit Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
"Mungkin beberapa oknum dia punya power, dia bisa berbuat seenaknya, tapi ratusan ribu polisi yang lain terkena nama jeleknya," ungkapnya.
Sebagai langkah awal, pemerintah memberikan ruang bagi masing-masing lembaga untuk melakukan pembenahan internal.
Namun, toleransi tersebut tidak bersifat tanpa batas.
"Saya pertama ingin memberi kesempatan tiap lembaga membersihkan diri. Kamu bisa perbaiki diri enggak? Kalau kau perbaiki diri saya kasih kesempatan," ujarnya.
Pengawasan di tingkat lapangan juga menjadi perhatian serius dalam reformasi ini.
Presiden menilai praktik ilegal seperti tambang tanpa izin sulit terjadi tanpa sepengetahuan aparat.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus