Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Produksi Anjlok, Laba Freeport Indonesia Turun 39% pada 2025

Produksi Anjlok, Laba Freeport Indonesia Turun 39% pada 2025 Kredit Foto: PTFI
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,61 triliun pada 2025 (kurs Rp16.907 per dolar AS).

Jumlah tersebut turun 38,9% dibandingkan US$4,13 miliar atau Rp69,82 triliun pada 2024.

Penurunan laba tersebut sejalan dengan melemahnya pendapatan perusahaan sepanjang tahun lalu.

PTFI mencatat pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp145,74 triliun pada 2025, turun dibandingkan US$10,31 miliar atau Rp174,31 triliun pada 2024.

Secara tahunan, pendapatan perusahaan turun sekitar 16,4%.

Penurunan pendapatan tersebut terjadi seiring melemahnya kinerja produksi logam utama perusahaan.

Sepanjang 2025, produksi tembaga PTFI tercatat sebesar 1,01 miliar pound, turun dibandingkan 1,79 miliar pound pada 2024 atau turun sekitar 43,6% secara tahunan.

Sementara, produksi emas tercatat sebesar 937 ribu ons pada 2025, turun dibandingkan 1,86 juta ons pada 2024.

Adapun produksi perak tercatat sebesar 4,42 juta ons pada 2025, turun dibandingkan 7,07 juta ons pada 2024.

Berdasarkan laporan kinerja audited yang dirilis melalui Singapore Exchange (SGX), perusahaan menyebut penurunan produksi terjadi antara lain akibat insiden mud rush pada September 2025 di tambang bawah tanah Grasberg, yang menyebabkan penghentian sementara operasi.

Perusahaan juga mencatat biaya fasilitas yang tidak beroperasi (idle facility) sebesar US$742,7 juta, serta penurunan nilai aset (impairment) sebesar US$60,1 juta selama periode tersebut.

Seiring perkembangan tersebut, pembayaran kepada negara juga tercatat lebih rendah.

Sepanjang 2025, royalti yang dibayarkan PTFI tercatat sebesar US$345,8 juta atau sekitar Rp5,85 triliun, turun dibandingkan US$433,5 juta atau Rp7,33 triliun pada 2024.

Baca Juga: Kejar Target, Freeport Indonesia Segera Produksi di Blok 2 dan 3 Grasberg Block Cave

Selain royalti, Pajak Penghasilan (PPh) Badan tercatat sebesar US$281 juta atau sekitar Rp4,75 triliun pada 2025, turun dari US$459,5 juta atau Rp7,77 triliun pada 2024.

Sementara, bea keluar tercatat sebesar US$336,5 juta atau sekitar Rp5,69 triliun pada 2025, turun dibandingkan US$456,9 juta atau Rp7,72 triliun pada 2024. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus