- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Kejar Target, Freeport Indonesia Segera Produksi di Blok 2 dan 3 Grasberg Block Cave
Kredit Foto: Freeport Indonesia
PT Freeport Indonesia akan memulai kembali produksi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave dalam dua hingga tiga minggu ke depan, dengan fokus awal pada blok produksi dua dan tiga guna mendukung target produksi tembaga dan emas tahun 2026.
Direktur Utama PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan produksi awal akan dilakukan secara bertahap sebelum ditingkatkan untuk mencapai target tahunan perusahaan.
“Dalam tiga minggu ke depan kita akan mulai produksi di blok baru tersebut,” ujar Tony dikutip Senin (23/3/2026).
Menurutnya, pengembangan tambang bawah tanah Grasberg menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasional jangka panjang di Indonesia.
Tambang Grasberg Block Cave diproyeksikan menjadi tulang punggung produksi Freeport, seiring peralihan dari tambang terbuka ke sistem bawah tanah yang lebih kompleks.
Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan produksi tembaga sebesar 1,1 miliar pound serta produksi emas mencapai 800 ribu ons.
Tony menjelaskan, peningkatan produksi akan dilakukan secara bertahap di blok baru guna memastikan stabilitas operasional sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi.
Di sisi lain, perusahaan menghadapi sejumlah tantangan teknis dalam pengembangan tambang bawah tanah, termasuk potensi peningkatan biaya operasional.
Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik global juga dinilai berpotensi memengaruhi biaya energi yang menjadi komponen penting dalam operasional pertambangan.
Namun, manajemen menegaskan fokus utama tetap pada aspek yang dapat dikendalikan, yakni efisiensi operasional dan optimalisasi produksi.
“Yang bisa kita kendalikan sepenuhnya adalah sektor produksi dan efisiensi operasional,” kata Tony.
Baca Juga: Kronologi Karyawan PT Freeport Indonesia Ditembak OTK di Area Tambang Grasberg
Baca Juga: Green Mining Makin Dilirik, Industri Tambang Mulai Manfaatkan Perangkat Rendah Karbon
Baca Juga: Backfilling Mining jadi Solusi Tambang Bawah Tanah yang Aman dan Ramah Lingkungan
Perusahaan menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga kelancaran operasional di tengah ketidakpastian global, termasuk pengelolaan biaya dan peningkatan efisiensi proses produksi.
Sementara itu, pengembangan blok produksi satu dijadwalkan akan menyusul dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: