Xiaomi Resmi Hentikan Pembaruan MIUI dan Beralih Sepenuhnya ke HyperOS
Kredit Foto: Xiaomi.com
Xiaomi mengumumkan penghentian total pembaruan sistem operasi MIUI pada Selasa (24/3/2026). Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu antarmuka Android paling populer di dunia sejak dirilis pertama kali pada tahun 2010.
Keputusan ini sekaligus mengukuhkan posisi HyperOS sebagai pengganti utama sistem operasi di seluruh perangkat Xiaomi ke depan. Perangkat terakhir yang masih menerima dukungan, yakni Redmi A2 dan Redmi A2 Plus, kini resmi masuk masa akhir dukungan (end of life).
Pembaruan terakhir untuk kedua perangkat tersebut telah hadir pada Desember 2025 lalu. Sejak tanggal pengumuman resmi ini, tidak akan ada lagi pembaruan lanjutan bagi perangkat yang masih menjalankan basis sistem MIUI.
MIUI tercatat telah berkembang pesat hingga digunakan oleh lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan secara global. Sistem ini awalnya bermula sebagai proyek ROM kustom sebelum Xiaomi mulai memproduksi perangkat ponsel pintar sendiri.
Paltform ini pertama kali hadir berbasis Android 2.2 Froyo dengan fitur yang lebih kaya dibandingkan Android standar saat itu. Pengguna sangat meminati fitur-fitur seperti tema kustom penuh, Second Space, hingga fitur Dual Apps yang inovatif.
Popularitas MIUI menjadi pintu masuk utama bagi Xiaomi untuk merambah bisnis ponsel pintar berskala global. Namun, seiring berkembangnya ekosistem perangkat yang makin kompleks, sistem ini dinilai tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan integrasi.
Pengembangan HyperOS sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2014 dengan fokus pada sistem lintas perangkat. Sistem operasi baru ini dirancang untuk menghubungkan ponsel pintar, televisi, hingga kendaraan listrik dalam satu jaringan.
HyperOS hadir membawa banyak peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya dalam hal efisiensi memori. Sistem ini diklaim jauh lebih ringan, hemat ruang penyimpanan, serta memberikan performa yang lebih stabil bagi pengguna.
Salah satu fitur andalannya adalah HyperConnect yang memungkinkan berbagai perangkat Xiaomi saling terhubung secara real-time. Pengguna dapat menjadikan ponsel sebagai kunci mobil hingga mengontrol perangkat rumah pintar secara instan tanpa kendala.
Teknologi ini menjadi fondasi strategi besar Xiaomi bertajuk “Manusia x Mobil x Rumah” dalam ekosistem pintar. Peralihan ini menandai langkah besar perusahaan menuju masa depan perangkat digital yang saling terhubung secara menyeluruh.
Baca Juga: Xiaomi 18 Pro Rumornya Bawa Baterai 7.000 mAh, Lampaui Kapasitas iPhone 18 Pro
Meskipun era MIUI telah berakhir, warisannya tetap hidup dalam tampilan dan pengalaman khas yang dipertahankan pada HyperOS. Pengguna lama akan merasakan transisi menuju era baru teknologi yang lebih pintar dan terintegrasi secara mendalam.
Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Xiaomi sebagai pemain utama dalam industri teknologi global yang terus bertransformasi. Fokus pada integrasi perangkat menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi persaingan pasar di masa depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: