Kredit Foto: Antara/Adiwinata Solihin
Lonjakan harga cabai rawit merah yang menembus Rp104.050 per kilogram pada periode Lebaran 2026 menjadi sorotan, seiring tingginya permintaan masyarakat di momen hari raya.
Kenaikan tajam ini dinilai bukan fenomena luar biasa, melainkan pola musiman yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance Esther Sri Astuti menjelaskan, lonjakan harga cabai bersifat sementara dan berpotensi turun setelah Lebaran.
Ia menyebut kenaikan harga pada periode tersebut sudah menjadi siklus tahunan yang dipengaruhi lonjakan konsumsi.
“Potensi kenaikan harga saat Lebaran pasti terjadi."
"Namun, beberapa komoditas termasuk cabai harganya akan turun kembali,” kata Esther dikutip dari ANTARA.
Menurutnya, kenaikan harga cabai tidak hanya dipicu oleh peningkatan permintaan, tetapi juga oleh gangguan di sisi pasokan.
Kondisi cuaca buruk di sejumlah daerah sentra produksi, disebut turut menekan ketersediaan cabai di pasar.
“Harga cabai meningkat tajam, sedangkan harga bawang meningkat tetapi tidak setinggi harga cabai."
"Harga cabai lebih mahal karena pasokan berkurang akibat area tanam cabai terendam air,” terangnya.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis menunjukkan harga cabai rawit merah secara nasional sempat menyentuh Rp104.050 per kilogram pada 25 Maret 2026.
Angka ini menjadi salah satu level tertinggi dalam periode Lebaran tahun ini.
Meski harga melonjak, ketersediaan komoditas secara nasional sebenarnya masih dalam kondisi mencukupi.
Badan Pangan Nasional mencatat stok cabai rawit mencapai sekitar 105 ribu ton, cabai besar 74 ribu ton, dan bawang merah sekitar 57 ribu ton hingga awal Maret 2026.
Namun, distribusi pasokan yang tidak merata akibat gangguan cuaca menjadi faktor yang memicu fluktuasi harga di tingkat konsumen.
Ketidakseimbangan antara daerah surplus dan daerah defisit membuat harga di pasar tertentu melonjak lebih tinggi.
Di sisi lain, komoditas lain seperti beras cenderung lebih stabil karena didukung oleh ketersediaan stok yang besar dan sistem distribusi yang relatif lebih terjaga.
Pemerintah mencatat total ketersediaan beras nasional mencapai sekitar 27,99 juta ton pada awal Maret 2026.
Baca Juga: Bapanas Klaim Harga Pangan Melandai di Pertengahan Ramadan, Cabai hingga Bawang Turun
Kenaikan harga cabai diperkirakan akan bersifat sementara dan berangsur normal seiring membaiknya pasokan.
Stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran distribusi serta kondisi produksi di daerah sentra.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus