Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Bitcoin Hari Ini (27/3): Market Kembali 'Digoyang' Trump

Harga Bitcoin Hari Ini (27/3): Market Kembali 'Digoyang' Trump Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan pada perdagangan pagi hari di Jumat (27/3). Hal ini terjadi seiring meningkatnya sentimen negatif dari faktor geopolitik dan kebijakan moneter global akibat perang dari Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin sempat melemah hingga menyentuh level US$68.000. Ia melanjutkan tren penurunan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir usai gagal menembus level dari US$72.000.

Baca Juga: CEO BNY: Bank Jadi Kunci Adopsi Kripto dan Bitcoin

Tekanan terhadap pasar kripto seperti bitcoin kali ini salah satunya dipicu oleh pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyatakan akan memperpanjang jeda serangan terhadap infrastruktur energi dari Iran.

Trump menyebut bahwa langkah tersebut merupakan respons atas permintaan dari Iran. Ia juga mengindikasikan bahwa pembicaraan berjalan positif.

Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons berbeda dari Iran. Teheran menilai proposal damai untuk mengakhiri konflik kedunya sangat bermuatan sepihak dan tidak adil. Laporan juga menyebut bahwa mereka tak meminta jeda perang selama sepuluh hari, seperti yang diklaim oleh Trump.

Adapun selain faktor geopolitik, sentimen negatif juga datang dari perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).

Investor kini mulai mengurangi harapan terhadap pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Bahkan, muncul spekulasi bahwa bank sentral justru berpotensi kembali menaikkan suku bunga. Kondisi tersebut membuat investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman, sehingga menekan harga bitcoin dan aset kripto lainnya.

Perubahan ekspektasi kebijakan moneter juga tidak hanya terjadi di Amerika Serikat. Pergerakan serupa juga terlihat dalam kawasan dari euro, terutama pada pasar obligasi dan proyeksi kebijakan bank sentral. Hal tersebut memperkuat tekanan terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Dengan kombinasi sentimen geopolitik dan kebijakan moneter yang masih dinamis, pergerakan harga bitcoin diperkirakan akan tetap volatil dalam jangka pendek.

Baca Juga: 10 Hari Diberikan, Amerika Serikat Janji Stop Hancurkan Fasilitas Iran

Investor disarankan untuk mencermati perkembangan global, terutama terkait kebijakan suku bunga dan dinamika konflik geopolitik, karena keduanya terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar kripto.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: