Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

10 Hari Diberikan, Amerika Serikat Janji Stop Hancurkan Fasilitas Iran

10 Hari Diberikan, Amerika Serikat Janji Stop Hancurkan Fasilitas Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat mengumumkan adanya penghentian serangan untuk sementara waktu terhadap fasilitas energi dari Iran. Hal ini menyusul upaya negosiasi damai kedua belah pihak di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan jeda serangan terhadap fasilitas energi musuhnya itu selama sepuluh hari hingga 6 April 2026 pukul 20.00 EDT. Ia mengklaim bahwa pembicaraan antara kedua pihak berjalan sangat baik.

Baca Juga: Bela Trump, Senator Partai Republik: Serangan ke Iran Justru untuk Mengakhiri Perang

“Pembicaraan sedang berlangsung dan berjalan sangat baik,” ujar Trump, dikutip dari Truth Social.

Namun, pernyataan tersebut langsung mendapat respons berbeda dari Iran. Teheran menilai proposal damai untuk mengakhiri konflik kedunya sangat bermuatan sepihak dan tidak adil. Laporan juga menyebut bahwa mereka tak meminta jeda perang selama sepuluh hari, seperti yang diklaim oleh Trump.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menegaskan bahwa tidak ada dialog atau negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Yang terjadi menurutnya hanyalah pertukaran pesan melalui negara-negara perantara.

Meski tidak ada pembicaraan resmi, kedua pihak diketahui tetap berkomunikasi melalui mediator, menunjukkan adanya jalur diplomasi tidak langsung di tengah konflik. Namun, belum jelas siapa pihak yang menjadi negosiator dalam proses tersebut, terutama karena struktur kepemimpinan yang belum jelas dari Iran.

Adapun menurut laporan, proposal damai kedua belah pihak berisi lima belas poin yang telah diajukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurut laporan, proposal terkait menekankan pentingnya penghentian pengembangan teknologi nuklir oleh Iran.

Trump ingin negara tersebut untuk menghancurkan stok uranium yang diperkaya tinggi dan menghentikan program pengayaan uranium. Iran juga diminta untuk membatasi program rudal balistik dan menghentikan dukungan mereka terhadap sekutu regional di Timur Tengah.

Amerika Serikat juga memperingatkan bahwa jika proposal tersebut tidak diterima, maka pihaknya akan memberikan tekanan militer yang lebih berat ke Iran. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun ada jeda sementara, risiko eskalasi tetap tinggi apabila negosiasi gagal.

Konflik Iran, Israel dan Amerika Serikat diketahui telah menimbulkan dampak luas, tidak hanya secara militer tetapi juga ekonomi global. Perang ini telah menewaskan ribuan orang hingga mengganggu perdagangan energi global.

Baca Juga: Trump Klaim Iran Ingin Damai: Mereka Takut Dibunuh Rakyatnya dan Amerika Serikat

Gangguan Selat Hormuz menjadi salah satu sorotan dunia. Ia telah menyebabkan lonjakan harga minyak meroket dan peningkatan signifikan pengiriman gas alam cair (LNG) ke Asia. Selain itu, harga pupuk berbasis nitrogen juga melonjak sekitar 50%.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar