- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
2 Kapal Pertamina Masih Tertahan di Teluk Arab, Bahlil Bilang Komunikasi Terus Dibangun
Kredit Foto: Istimewa
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi sedang melakukan negosiasi intensif dengan Pemerintah Iran, untuk mengeluarkan dua kapal tanker raksasa milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yang tertahan di kawasan Teluk Arab.
Upaya diplomatik ini terus dilakukan, meski prosesnya tidak semudah membalik telapak tangan.
“Kita masih berkomunikasi terus, memang tidak mudah untuk kapal kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kita keluar dari Selat Hormuz, tapi komunikasi terus kita bangun ya,” kata Bahlil di Kementerian Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
Sebelumnya, Pjs Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS) Vega Pita memaparkan detail teknis terkait posisi dua kapal yang terjebak tersebut hingga Minggu (22/3/2026).
Armada tersebut terdiri dari kapal VLCC (Very Large Crude Carrier) Pertamina Pride, dan Kapal Motor Tanker (MT) Gamsunoro jenis Long Range (LR).
"Posisi kapal masih berada di Teluk."
"Posisi kru aman."
"Di sana ada 46 kru, untuk Pertamina Pride ada 23 orang, empat di antaranya WNI."
"Sementara untuk Gamsunoro terdapat 23 kru yang seluruhnya warga negara asing," jelas Vega.
Baca Juga: Masih Tertahan Teluk Arab, PIS Ungkap Kondisi 46 Kru Dua Kapal Pertamina
Kapal VLCC Pertamina Pride diketahui tengah mengangkut muatan light crude oil dari Timur Tengah menuju Indonesia, untuk kebutuhan kilang domestik.
Sementara, MT Gamsunoro sedang menjalankan misi komersial melayani konsumen pihak ketiga (third party). (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: