Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Mulai Jalan 2 Pekan Lagi

Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Mulai Jalan 2 Pekan Lagi Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus memperkuat pilar ketahanan energi nasional melalui langkah strategis impor minyak mentah dari Rusia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa realisasi pengiriman komoditas tersebut diproyeksikan akan terlaksana dalam kurun waktu satu hingga dua pekan ke depan.

Bahlil mengungkapkan, secara fundamental seluruh aspek kontraktual antara kedua negara maupun pihak Pertamina telah rampung. Hambatan yang tersisa saat ini murni bersifat operasional dan metode logistik di lapangan.

"Secara deal sudah, kontrak sudah, sekarang bicara tentang teknik pengirimannya," tegas Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Ketua Umum Golkar ini optimistis hambatan teknis tersebut akan segera tuntas dalam hitungan hari. "Dari informasi terakhir, pembahasan teknis pengiriman masih butuh waktu beberapa hari ke depan. Dan mungkin satu sampai dua minggu ini sudah bisa (dikirim)," tambahnya.

Langkah berani ini merupakan bagian dari manuver Pemerintah untuk menjamin stabilitas energi domestik melalui skema Government to Government (G2G) dan Business to Business (B2B). Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan bantalan ekonomi terhadap ketidakpastian pasokan energi global.

Bahlil menegaskan bahwa visi Pemerintah tidak hanya terbatas pada impor minyak mentah, melainkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan Rusia. Hal ini mencakup pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang LPG, penjajakan teknologi nuklir, hingga kerja sama strategis di sektor mineral.

“Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional,” papar Bahlil.

Volume Impor 150 Juta Barel

Menunjang visi besar tersebut, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, membeberkan skala volume minyak mentah yang akan didatangkan. Tak tanggung-tanggung, Indonesia membidik ratusan juta barel untuk mengamankan kebutuhan kilang dalam negeri hingga penghujung tahun 2026.

Baca Juga: Belum Pasti Pertamina, Wamen ESDM Timbang BLU untuk Impor Minyak Rusia

“Telah disepakati bahwa total volume minyak mentah yang akan kita impor dari Rusia sekitar 150 juta barrel untuk memenuhi kebutuhan kita hingga akhir tahun,” ungkap Yuliot.

Pengiriman tersebut nantinya akan dilakukan secara bertahap guna memastikan ritme pemrosesan di kilang domestik berjalan optimal. Melalui kemitraan ini, Indonesia diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam diversifikasi sumber energi demi menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra