Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Melemah 0,14%, Ini 10 Saham dengan Kinerja Terburuk Sepekan

IHSG Melemah 0,14%, Ini 10 Saham dengan Kinerja Terburuk Sepekan Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14% sepanjang periode perdagangan 25–27 Maret 2026 ke level 7.097,057, di tengah tekanan jual yang masih dominan di pasar saham domestik. Pelemahan indeks terjadi seiring meningkatnya aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp22,37 triliun, serta dominasi saham yang bergerak turun di bursa. 

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan tekanan pasar tercermin dari komposisi saham, di mana sebanyak 404 saham atau 42% berada pada zona penurunan lebih dari 2%, sementara hanya 160 saham atau 11% yang mencatat kenaikan di atas 2%. Kondisi ini mempertegas lemahnya sentimen pasar selama sepekan. 

Sejalan dengan pelemahan IHSG, sejumlah saham mencatat penurunan terdalam dan masuk dalam daftar top losers pekan ini. Saham ROCK menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 30,40% dari 3.520 menjadi 2.450. Disusul ALKA yang turun 27,67% ke level 575, serta DWGL yang melemah 17,31% ke posisi 258. 

Penurunan juga terjadi pada saham LCKM yang terkoreksi 16,44% menjadi 122, serta PSDN yang turun 16,35% ke level 133. Sementara itu, saham FILM melemah 14,13% ke posisi 3.100, diikuti DEFI yang turun 13,41% menjadi 71. 

Baca Juga: Asing Net Sell Rp22 T Selama Sepekan, IHSG Masih Dibayangi Risk-Off Global

Baca Juga: RAAM Rights Issue 1,36 Miliar Saham, Ekspansi Film dan Bangun Bioskop

Baca Juga: IHSG Sepekan Terkoreksi 0,14%, Kapitalisasi Pasar Rp12.516 Triliun

Saham lainnya yang masuk dalam jajaran terburuk adalah LAPD yang turun 13,04% ke level 80, ARCI yang melemah 11,88% ke posisi 1.410, serta ENAK yang terkoreksi 11,56% menjadi 352. 

Pelemahan saham-saham tersebut terjadi di tengah tekanan pasar yang juga tercermin dari penurunan kapitalisasi pasar sebesar 0,24% menjadi Rp12.516 triliun. Meski demikian, nilai transaksi justru meningkat 15,27% secara mingguan, mengindikasikan tingginya aktivitas jual beli di tengah volatilitas pasar. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri