- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Asing Net Sell Rp22 T Selama Sepekan, IHSG Masih Dibayangi Risk-Off Global
Kredit Foto: BEI
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,14% ke level 7.097,057 pada periode perdagangan 25-27 Maret 2026, di tengah tekanan jual pada saham berkapitalisasi besar meski aktivitas transaksi meningkat.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan volume 17,36 miliar saham atau setara 20,44% dari total transaksi. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 10,86 miliar saham (12,79%) dan PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA) sebesar 5,05 miliar saham (5,95%).
Dari sisi nilai transaksi, PT FAP Agri Tbk (FAPA) mencatatkan nilai terbesar Rp18,76 triliun atau 26,82% dari total nilai perdagangan, diikuti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp5,33 triliun dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp3,88 triliun.
Tekanan pasar juga terlihat dari dominasi aksi jual investor asing yang mencatatkan net sell sebesar Rp22,37 triliun dalam sepekan. Nilai jual asing mencapai Rp46,35 triliun, lebih tinggi dibandingkan pembelian Rp23,98 triliun.
Saham-saham berkapitalisasi besar menjadi penekan utama IHSG. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi kontributor penurunan terbesar dengan minus 15,99 poin, diikuti PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMAS) sebesar 10,83 poin dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebesar 10,18 poin.
Selain itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menekan 9,43 poin dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 7,11 poin. Tekanan juga datang dari PT DCI Indonesia Tbk (DCII) sebesar 8,65 poin serta PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar 5,18 poin.
Di sisi lain, penguatan terbatas ditopang oleh PT Astra International Tbk (ASII) sebesar 13,31 poin, PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebesar 7,10 poin, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 6,68 poin.
Secara agregat, nilai transaksi harian rata-rata meningkat 15,27% menjadi Rp23,33 triliun, meski volume transaksi turun 4,81%. Kapitalisasi pasar juga terkoreksi 0,24% menjadi Rp12.516 triliun.
Memasuki pekan 30 Maret–3 April 2026, KISI Asset Management memperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 6.815-7.565 atau dengan potensi fluktuasi sekitar -3,98% hingga +6,59% dari posisi penutupan terakhir.
KISI AM menilai pergerakan indeks akan cenderung mixed dengan bias melemah, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan potensi capital outflow.
“IHSG diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah karena kemungkinan akan tertekan potensi capital outflow seiring meningkatnya ketidakpastian global dan sentimen risk-off,” tulis KISI AM dalam risetnya.
Dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat diperkirakan bergerak volatil dengan kecenderungan sideways, dipengaruhi rilis data ekonomi utama seperti ISM Manufacturing PMI, nonfarm payrolls, dan jobless claims. Tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi juga menjadi faktor utama di tengah konflik Timur Tengah.
Baca Juga: IHSG Sepekan Terkoreksi 0,14%, Kapitalisasi Pasar Rp12.516 Triliun
Baca Juga: Asing Jualan Rp1,76 Triliun Kala IHSG Melemah, Saham Big Banks Digempur
Baca Juga: Tertekan Seharian, IHSG Ditutup Ambles 0,94% ke 7.097 Jelang Akhir Pekan
Sementara itu, pasar Asia diproyeksikan fluktuatif dengan bias melemah, dipengaruhi volatilitas harga komoditas energi serta kekhawatiran perlambatan ekonomi. Investor juga mencermati data PMI manufaktur dari China dan Jepang serta inflasi regional.
Dari domestik, KISI AM menambahkan bahwa pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi awal April serta dinamika nilai tukar rupiah.
“Pergerakan pasar juga akan dipengaruhi oleh rilis data inflasi domestik awal April serta perkembangan nilai tukar rupiah, sementara aksi profit taking pada saham big cap berpotensi membatasi penguatan indeks,” tulis KISI AM.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: