Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hubungan dengan Filipina Memanas, China Gelar Patroli di LCS

Hubungan dengan Filipina Memanas, China Gelar Patroli di LCS Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter
Warta Ekonomi, Jakarta -

China melalui penjaga pantainya melakukan patroli laut, udara, dan pengawasan di Scarborough Shoal, Laut China Selatan (LCS). Hal tersebut menyusul memanasnya hubungan negara tersebut dengan Filipina.

Komando Teater Selatan militer China menyatakan bahwa patroli tersebut merupakan langkah untuk menghadapi berbagai tindakan yang dianggap sebagai pelanggaran hak dan provokasi dalam kawasan dari Scarborough Shoal.

Baca Juga: China Tuduh Filipina Lakukan Manuver Berbahaya di Laut China Selatan

Langkah China sendiri dilakukan setelah serangkaian insiden maritim dengan Filipina. Scarborough Shoal diketahui berada dalam zona ekonomi eksklusif dari Manila. Namun wilayah tersebut juga diklaim oleh China.

Filipina sebelumnya menuduh negara terkait melakukan manuver berbahaya serta menggunakan meriam air untuk menghalangi misi logistik dalam wilayah sengketa. China sebaliknya, menuduh hal tersebut dilakukan oleh Manila.

Adapun Filipina dan China di sisi lain kembali melanjutkan dialog tingkat tinggi terkait sengketa di Laut China Seletan. Kedunya fokus pada kerja sama energi serta upaya meredakan ketegangan dalam kawasan yang penting di Asia.

Kementerian Luar Negeri Filipina menegaskan bahwa pihaknya tetap mempertahankan posisi prinsipnya, termasuk kekhawatiran terhadap insiden yang mengancam keselamatan personel dan nelayan dari Filipina.

Filipina juga menekankan pentingnya diplomasi, komunikasi terbuka, serta kepatuhan terhadap hukum internasional dalam menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung lama tersebut. Kedua negara juga mulai menjajaki langkah awal untuk kerja sama dalam sektor minyak dan gas di tengah meningkatnya kebutuhan energi akibat konflik di Timur Tengah.

Inisiatif yang bersifat people-to-people juga turut dibahas oleh China dan Filipina. Kerja sama itu termasuk kemungkinan kebijakan bebas visa serta pembukaan rute penerbangan langsung guna meningkatkan hubungan bilateral.

Filipina menyebut bahwa kedua negara terus membuat kemajuan dalam membangun kepercayaan di laut, termasuk melalui komunikasi antara penjaga pantai baik dari Manila dan Beijing.

Dengan ini, meski jalur diplomasi kembali dibuka, aktivitas militer dalam lapangan menunjukkan bahwa ketegangan belum mereda. Scarborough Shoal sendiri merupakan salah satu titik panas utama dalam sengketa dari Laut China Selatan.

Laut Cina Selatan menjadi pertebutan karena ia merupakan jalur penting untuk perdagangan global. Setiap tahunnya, jalur pelayaran yang melalui wilayah tersebut diperkirakan bernilai US$3,36 triliun. China juga menggunakan jalur tersebut sebagai jalur utama perdagangan energi.

Baca Juga: Iran Soroti Demo No Kings di Amerika Serikat: Publik Marah Akibat Dominasi Israel di AS

Adapun negara-negara pengklaim berkepentingan untuk mempertahankan atau memperoleh hak atas stok ikan, eksplorasi dan potensi eksploitasi minyak mentah dan gas alam dalam dasar laut daru Laut Cina Selatan. Keamanan maritim juga menjadi masalah, karena perselisihan yang sedang berlangsung menghadirkan tantangan bagi pelayaran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar