Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PERDOKJASI: Tanpa Keputusan Klinis Dokter, Jaminan Sosial Berisiko Salah Arah

PERDOKJASI: Tanpa Keputusan Klinis Dokter, Jaminan Sosial Berisiko Salah Arah Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sistem jaminan sosial yang baik turut ditentukan oleh akuratnya keputusan klinis seorang dokter, bukan semata-mata hanya ditentukan kebijakan dan pembiayaan.

Hal ini ditegaskan Perhimpunan Dokter Pembiayaan Jaminan Sosial dan Perasuransian Indonesia (PERDOKJASI) dalam webinar “Menjaga Profesi, Menjaga Jaminan Sosial”.

Webinar virtual yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026 tersebut menghadirkan pakar ekonomi kesehatan, seperti Hasbullah Thabrany, dan guru besar kedokteran okupasi FKUI, Muchtaruddin Mansyur.

Hasbullah Thabrany menegaskan bahwa sektor kesehatan tidak dapat sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar.

“Kebutuhan medis itu tidak pasti, mahal, dan penuh asimetri informasi. Tanpa jaminan sosial, bahkan kelompok non-miskin berisiko tidak mampu mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa efektivitas sistem jaminan sosial seperti Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Jaminan Kecelakaan Kerja - Penyakit Akibat Kerja (JKK-PAK) sangat ditentukan oleh ketepatan keputusan medis.

“Ketika keputusan medis tidak akurat, distribusi manfaat dan pembiayaan akan ikut terdampak. Di titik inilah dokter menjaga keseimbangan sistem,” ujarnya.

Sementara itu, Muchtaruddin Mansyur menyoroti masih rendahnya pengenalan penyakit akibat kerja dalam praktik klinis.

“Banyak penyakit akibat kerja tidak teridentifikasi, sehingga tidak masuk dalam skema yang semestinya dan berpotensi menggeser beban pembiayaan ke sistem lain,” kata Muchtaruddin.

Ia menambahkan bahwa risiko disabilitas pada usia produktif membawa dampak ekonomi luas, dari penurunan produktivitas hingga tekanan pembiayaan jangka panjang.

Kedua perspektif tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan jaminan sosial tidak hanya bergantung pada desain pembiayaan, tetapi juga pada akurasi penilaian medis di lapangan.

Baca Juga: Dewan Penasihat Medis PERDOKJASI Mulai Beroperasi, Perkuat Tata Kelola Asuransi Kesehatan Nasional

Ketua PERDOKJASI, Wawan Mulyawan, menegaskan bahwa peran dokter perlu ditempatkan sebagai bagian dari pengambilan keputusan strategis dalam sistem.

“Dokter berada di titik krusial antara kepentingan medis dan keberlanjutan sistem. Tanpa penguatan peran ini, risiko salah arah dalam pengelolaan jaminan sosial akan semakin besar,” kata Wawan.

PERDOKJASI mendorong penguatan pendekatan insurance medicine untuk menyelaraskan keputusan klinis, mekanisme pembiayaan, dan kerangka regulasi, guna memastikan jaminan sosial berjalan adil, efisien, dan berkelanjutan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat