Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anjlok 15,52%, Laba Ramayana (RALS) Sisa Rp265,28 Miliar pada 2025

Anjlok 15,52%, Laba Ramayana (RALS) Sisa Rp265,28 Miliar pada 2025 Kredit Foto: Ramayana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) sepanjang 2025 menghadapi tekanan, tercermin dari penurunan laba dan pendapatan.

Perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp265,28 miliar, turun 15,52% YoY dari Rp314,05 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, laba per saham ikut melemah dari Rp52,9 menjadi Rp44,73.

Penurunan laba ini tidak lepas dari melemahnya pendapatan bersih yang tercatat Rp2,36 triliun, turun 14,31% dibandingkan Rp2,76 triliun pada periode sebelumnya.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan barang beli putus sebesar Rp1,72 triliun serta komisi penjualan konsinyasi Rp642,94 miliar.

Beban pokok penjualan barang beli putus berhasil ditekan menjadi Rp1,12 triliun dari Rp1,36 triliun. Namun, laba bruto tetap susut menjadi Rp1,23 triliun dari Rp1,39 triliun. 

Sementara itu, beban penjualan mengalami penurunan menjadi Rp80,02 miliar dari Rp111,10 miliar, dan beban umum serta administrasi turun tipis Rp1,08 triliun dari sebelumnya Rp1,1 triliun.

Di sisi lain, pendapatan lainnya meningkat menjadi Rp137,44 miliar dari Rp109,43 miliar, sedangkan beban lainnya turun menjadi Rp13,5 miliar dari Rp26,3 miliar.

Namun demikian, tekanan pada lini pendapatan tetap berdampak pada laba usaha yang turun menjadi Rp195,58 miliar, dari sebelumnya Rp255,46 miliar.

Baca Juga: Alfamart (AMRT) Raih Pendapatan Rp126,73 Triliun di 2025, Laba Naik 8,34%

Baca Juga: Penjualan Lesu, Laba Matahari Department Store (LPPF) Turun 12,35% di 2025

Dari sisi neraca, RALS mencatat total aset sebesar Rp4,76 triliun per 31 Desember 2025 dari Rp4,95 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total liabilitas berada di level Rp1,27 triliun dari Rp1,37 triliun. Ekuitas tercatat Rp3,49 triliun dari Rp3,57 triliun. 

Secara keseluruhan, kinerja RALS di 2025 menunjukkan tekanan yang cukup terasa, meskipun Perseroan masih mampu menjaga efisiensi di beberapa pos beban.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri