Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Turun, Rugi MDKA Bengkak Jadi USD62,06 Juta pada 2025

Pendapatan Turun, Rugi MDKA Bengkak Jadi USD62,06 Juta pada 2025 Kredit Foto: Merdeka Copper Gold
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang masih dibayangi rugi. MDKA mencatat rugi sebesar USD62,06 juta, membengkak 11,29% dibandingkan rugi USD55,76 juta pada tahun sebelumnya. Kinerja ini terjadi di tengah penurunan pendapatan yang cukup signifikan.

Pendapatan Perseroan tercatat USD1,89 miliar, turun 15,4% dari USD2,24 miliar pada 2024. Sebagian besar pendapatan berasal dari penjualan komoditas seperti emas, perak, katoda tembaga, nickel pig iron (NPI), nikel matte, hingga bijih besi limonit kepada pihak ketiga domestik sebesar USD1,33 miliar dan ekspor USD554,46 juta.

Di sisi lain, pendapatan dari pihak ketiga lainnya tercatat USD29,28 juta dan dari pihak berelasi sebesar USD125.276.

Di tengah menurunnya pendapatan, beban pokok pendapatan juga terpangkas menjadi USD1,67 miliar dari USD2,06 miliar. Hal ini mendorong laba kotor meningkat menjadi USD216,42 juta dari USD176,35 juta.

Kinerja operasional juga menunjukkan perbaikan dengan laba usaha naik menjadi USD146,68 juta dari USD118,99 juta. Namun, tekanan muncul dari sisi beban.

Beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi USD4,94 juta dari USD3,58 juta, sementara beban umum dan administrasi naik menjadi USD64,8 juta dari USD53,77 juta.

Baca Juga: Teken GSPA, Merdeka Group Pasok ke ANTAM 6 Ton Emas Per Tahun

Baca Juga: Pendapatan Anjlok, Rugi Merdeka Gold (EMAS) Bengkak 116% di 2025

Selain itu, beban keuangan meningkat menjadi USD128,71 juta dari USD117,82 juta. Di sisi lain, pendapatan lain-lain bersih justru anjlok menjadi USD2,58 juta dari USD9,14 juta, serta beban pajak penghasilan naik menjadi USD16,06 juta dari USD11,86 juta.

Dari sisi neraca, total aset MDKA meningkat menjadi USD5,7 miliar dari USD5,23 miliar. Liabilitas juga naik menjadi USD2,78 miliar dari USD2,32 miliar, sementara ekuitas tercatat menanjak tipis di USD2,92 miliar dari USD2,91 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement