Menko Airlangga Dorong RI-Jepang Bertumbuh Bersama, MoU Triliunan Jadi Langkah Konkret
Kredit Foto: Sekretariat Presiden
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo Subianto menghadiri Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang digelar di Imperial Hotel Tokyo pada Senin (30/1/2026).
Dalam forum tersebut, Indonesia dan Jepang menandatangani 10 nota kesepahaman (MoU) dengan total nilai kerja sama mencapai sekitar USD23,1 miliar atau Rp392,7 triliun.
Selain itu, pembaruan Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) diperkirakan akan memperkuat fondasi kerja sama kedua negara melalui peningkatan akses pasar, perluasan kolaborasi, serta modernisasi kerangka ekonomi bilateral.
Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mendorong Indonesia dan Jepang untuk bertumbuh bersama demi mencapai kemakmuran kawasan Indo-Pasifik.
“Pertemuan business-to-business dan pertukaran MoU ini merupakan langkah konkret menuju pembangunan kemitraan yang lebih kuat. Indonesia percaya bahwa masa depan kemitraan ini terletak pada bekerja, berinovasi, dan bertumbuh bersama, sehingga dapat membentuk masa depan yang penuh kemakmuran bersama, tak hanya untuk kedua negara, tetapi juga untuk kawasan Indo-Pasifik,” tutur Menko Airlangga, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Rabu (1/4).
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menegaskan bahwa hubungan ekonomi antar kedua negara yang telah terbangun selama puluhan tahun itu sangat didukung oleh kontribusi dari perusahaan-perusahaan Jepang di berbagai sektor yang ada di Indonesia.
“Saya hadir di sini bukan hanya untuk melanjutkan kemitraan yang sudah ada, tetapi untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih cepat. Dunia semakin mengecil. Tidak ada pilihan lain selain kerja sama erat di semua bidang. Saya percaya hubungan ekonomi dan kemitraan yang kuat akan menghasilkan perdamaian dan persahabatan yang berkelanjutan. Jika kita memiliki kepentingan bersama, kita akan menjaga masa kini dan masa depan,” ungkap Presiden Prabowo.
Forum ini menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk menegaskan posisinya sebagai mitra strategis utama Jepang di kawasan, sekaligus membuka babak baru kerja sama ekonomi yang lebih modern, tangguh, dan berorientasi masa depan.
Lebih jauh, hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang saat ini semakin solid, terlihat dari posisi Jepang sebagai tujuan ekspor terbesar ke-4 Indonesia dengan nilai USD17,61 miliar. Jepang merupakan salah satu investor utama untuk Indonesia, menempati peringkat ke-5 dengan total investasi sebesar USD3,13 miliar, yang terutama mengalir ke sektor industri otomotif dan alat transportasi, diikuti sektor kimia dan farmasi. Jepang juga berperan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur skala besar melalui skema kerja sama Pemerintah dan badan usaha serta bantuan pembangunan, khususnya di sektor transportasi, pelabuhan, energi, dan infrastruktur perkotaan.
Di hadapan para pemimpin dunia usaha, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa investasi Jepang dinilai memiliki kualitas tinggi dengan karakter disiplin, penguasaan teknologi, serta komitmen jangka panjang. Presiden pun menyampaikan penghargaan secara pribadi atas hubungan erat yang telah terjalin antara kedua negara.
“Jepang membawa kualitas dalam investasi, disiplin, teknologi, dan komitmen jangka panjang. Itulah sebabnya investasi Jepang dihormati, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia dan secara pribadi saya sangat menghargai hubungan ini,” ujar Presiden Prabowo.
Ke depannya, kerja sama Indonesia dan Jepang diharapkan bisa melampaui kerja sama ekonomi tradisional dan beralih menuju penciptaan solusi masa depan secara bersama. Hal ini dapat diwujudkan melalui tiga area utama kerja sama, yaitu Transisi Energi dan Pertumbuhan Hijau, Transformasi Industri dan Hilirisasi, serta Memperkuat Rantai Pasok Global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait:
Advertisement