Indonesia–Korea Selatan Kerja Sama Digital, Targetkan Internet Lebih Stabil Hingga Data Lebih Aman
Kredit Foto: Komdigi
Pemerintah Indonesia dan Republik Korea menjalin kerja sama strategis di bidang digital yang menargetkan manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari koneksi internet yang lebih stabil, perlindungan data yang lebih kuat, hingga pengembangan talenta kecerdasan artifisial (AI).
Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Saling Pengertian antara Kementerian Komunikasi dan Digital, dengan Kementerian Sains dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Korea Selatan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan, kerja sama ini difokuskan pada dampak nyata bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi ini, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas jaringan digital, termasuk pengembangan teknologi komunikasi generasi berikutnya."
"Masyarakat akan merasakan koneksi internet yang lebih stabil untuk sekolah, layanan kesehatan, dan kegiatan usaha,” ujarnya, usai penandatanganan di Seoul, Rabu (1/4/2026).
Selain peningkatan konektivitas, kerja sama ini juga mencakup penguatan keamanan data dan pengawasan ruang digital.
Pemerintah menargetkan masyarakat mendapatkan perlindungan lebih baik dari kebocoran data dan penyalahgunaan informasi, sekaligus meningkatkan literasi digital agar penggunaan teknologi semakin aman dan produktif.
“Kami ingin masyarakat merasakan langsung hasilnya."
"Internet harus lebih stabil untuk belajar dan bekerja."
"Data pribadi harus lebih aman."
"Layanan publik harus lebih mudah diakses,” tutur Meutya.
Dalam pengembangan teknologi, kedua negara juga sepakat mendorong pemanfaatan AI di sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan pangan.
“Pemanfaatan AI kami arahkan untuk pendidikan, kesehatan, dan pangan."
"Teknologi harus membantu guru mengajar, membantu tenaga kesehatan bekerja lebih cepat, dan membantu petani mengambil keputusan,” papar Meutya.
Di sektor ekonomi, kerja sama ini membuka peluang bagi pelaku usaha digital dan startup melalui penguatan ekosistem serta kolaborasi dengan sektor swasta.
Dari sisi sumber daya manusia, program pelatihan, beasiswa, hingga pertukaran tenaga ahli, akan digencarkan untuk mencetak talenta digital baru.
“Talenta digital menjadi kunci."
"Kami ingin lebih banyak anak muda Indonesia terlibat dalam pengembangan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna,” ujarnya.
Sebagai bagian dari implementasi, kedua negara juga akan memanfaatkan infrastruktur AI seperti komputasi berperforma tinggi untuk mendukung riset dan inovasi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tiba di Seoul, Awali Kunjungan Kenegaraan ke Republik Korea
Untuk memastikan program berjalan efektif, akan dibentuk komite bersama yang bertugas memantau pelaksanaan kerja sama.
Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun dan akan diterjemahkan dalam berbagai program konkret lintas sektor, dengan tujuan utama menghadirkan manfaat teknologi yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement