Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Buka Peluang Mediasi dengan Rusia, tapi Ajukan Syarat Keras

Iran Buka Peluang Mediasi dengan Rusia, tapi Ajukan Syarat Keras Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peluang penyelesaian konflik Iran mulai mengarah ke jalur diplomasi, namun dengan syarat yang tidak ringan dari Teheran. Iran menyatakan terbuka terhadap peran pihak ketiga, termasuk Rusia, untuk menjadi mediator.

Duta Besar Iran untuk Rusia Kazem Jalali menegaskan bahwa negaranya memiliki kepercayaan terhadap itikad baik Moskow. Ia menilai Rusia berpotensi menjalankan peran mediasi dengan mempertimbangkan kepentingan Iran secara serius.

“Kami sangat mengenal niat baik pemerintah Rusia, dan kami yakin jika negara ini ditunjuk sebagai mediator, maka mereka akan berupaya maksimal untuk mempertimbangkan kepentingan Republik Islam Iran,” ujarnya dikutip dari TASS.

Meski demikian, proses menuju mediasi dinilai belum bisa berjalan dalam waktu dekat. Jalali menyebut belum adanya kemauan dari pihak penyerang menjadi hambatan utama.

“Namun, sejauh yang saya ketahui, karena tidak adanya kemauan dari pihak penyerang, isu mediasi dan penunjukan negara mediator hingga kini belum dapat ditentukan,” katanya.

Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa negosiasi tidak bisa dilakukan tanpa arah yang jelas. Penentuan tujuan pembicaraan menjadi langkah awal sebelum mediator benar-benar ditunjuk.

Ia menekankan bahwa gencatan senjata semata tidak akan cukup untuk menyelesaikan konflik. Iran menginginkan adanya jaminan agar situasi serupa tidak kembali terulang.

“Posisi prinsip kami adalah bahwa gencatan senjata yang hanya menghentikan agresi tanpa jaminan tidak akan terulang kembali adalah tidak memadai. Itu hanyalah salah satu dari syarat kami,” tegasnya.

Baca Juga: Bukan di Moskow, Rusia Ungkap Keberadaan Sosok Pemimpin Tertinggi Iran

Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tidak ingin sekadar menghentikan konflik sementara. Teheran berupaya memastikan adanya kepastian jangka panjang dalam setiap kesepakatan yang dicapai.

Di tengah situasi yang masih tegang, peluang diplomasi tetap terbuka meski penuh tantangan. Posisi Iran yang mengajukan syarat tegas mencerminkan upaya menjaga kepentingan strategisnya dalam proses negosiasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait:

Advertisement