Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan di Moskow, Rusia Ungkap Keberadaan Sosok Pemimpin Tertinggi Iran

Bukan di Moskow, Rusia Ungkap Keberadaan Sosok Pemimpin Tertinggi Iran Kredit Foto: Reuters
Warta Ekonomi, Jakarta -

Rusia mengungkapkan keberadaan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Ia membantah kabar bahwa sosok penting tersebut tengah mengalami perawatan dalam wilayahnya, menyusul perang dari Teheran dan Amerika Serikat.

Duta Besar Russia untuk Iran, Alexey Dedov membantah rumor perawatan dari Khamenei. Menurut Dedov, sosok tersebut berada dalam wilayahnya sendiri meski tidak tampil di depan publik dari Teheran.

Baca Juga: Tak Dibantu Soal Iran, Trump Ogah Bantu Lagi Sekutu Amerika Serikat: Carilah Minyak Kalian Sendiri

“Seperti yang telah berulang kali dinyatakan oleh kepemimpinan mereka, pemimpin baru itu berada di Iran. Tetapi karena alasan yang jelas, ia menahan diri untuk tidak tampil di depan umum,” kata Dedov di RTVI.

Ketidakhadiran Mojtaba dalam ruang publik memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya serta kendali terhadap pemerintahan dan militer dari Iran. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri mengingat negara itu tengah berkonflik dengan Amerika Serikat.

Sejumlah laporan bahkan menyebut bahwa ia kemungkinan mengalami luka serius dalam konflik yang sedang berlangsung. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kondisi tersebut.

Ia sendiri disebut sebagai “janbaz”, istilah yang digunaka untuk menyebut veteran perang yang mengalami luka. Namun hingga kini tidak ada kejelasan mengenai kondisi kesehatannya secara rinci.

Mojtaba Khamenei diketahui naik sebagai pemimpin tertinggi setelah tewasnya sosok ayahnya yakni Ali Khamenei. Ia dilaporkan tewas dalam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Terbaru, Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya semakin optimistis untuk mengakhiri perangnya dengan Iran. Washington menegaskan bahwa akhir dari konflik kedua negara mulai terlihat meski belum akan terjadi dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio menyatakan bahwa akhir dari konflik mulai terlihat, meski belum akan terjadi dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul saat perang telah memasuki minggu kelima dan mulai menunjukkan tanda-tanda menuju penyelesaian lewat diplomasi dari Washington dan Iran.

Rubio mengatakan bahwa meskipun perang tidak akan berakhir dalam waktu satu atau dua hari, arah menuju akhir konflik sudah mulai jelas. Ia menekankan bahwa perkembangan terbaru memberikan harapan bahwa konflik dapat segera mereda.

Menurut Rubio, komunikasi antar kedua negara masih terus berlangsung melalui pertukaran pesan. Ia juga membuka kemungkinan adanya pertemuan langsung antara kedua pihak di masa mendatang. Hal ini menjadi sinyal penting bahwa jalur diplomasi masih terbuka di tengah konflik yang intens antara Iran dan Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Ngamuk ke Prancis Gegara Pemblokiran Jalur Senjata Amerika Serikat ke Israel

"Ada pesan yang dipertukarkan, ada pembicaraan yang sedang berlangsung. Ada potensi untuk pertemuan langsung di beberapa titik," kata Rubio.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait:

Advertisement