Prediction Market Kian Panas, Dilirik JPMorgan dan Goldman Sachs
Kredit Foto: Istimewa
Perusahaan keuangan global mulai melirik pasar baru yang berkembang pesat, yakni prediction market. JPMorgan dan Goldman Sachs menjadi dua raksasa keuangan yang membuka peluang untuk masuk sektor terkait di Amerika Serikat.
Chief Executive Officer (CEO) JPMorgan, Jamie Dimon mengungkapkan bahwa banknya tengah mempertimbangkan untuk masuk ke sektor tersebut. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menawarkan kontrak terkait olahraga maupun politik, serta tetap mematuhi aturan ketat terkait informasi orang dalam.
Baca Juga: Pasar Kripto Bangkit, Indokripto (COIN) Catat Kinerja Solid Sepanjang 2025
“Ada kemungkinan suatu hari nanti kita akan melakukan hal seperti itu. Ada banyak hal yang tidak akan kita lakukan. Dan jelas, kita memiliki aturan ketat seputar informasi orang dalam,” kata Dimon.
Minat serupa juga datang dari Goldman Sachs. CEO David Solomon mengatakan perusahaannya sedang aktif mempelajari model bisnis prediction market. Ia bahkan telah bertemu langsung dengan dua perusahaan utama di sektor tersebut untuk memahami potensi dan risiko yang ada.
“Saya pribadi bertemu dengan dua perusahaan prediction market dan pimpinan mereka dalam dua minggu terakhir dan menghabiskan beberapa jam dengan masing-masing untuk mempelajari lebih lanjut tentang hal itu,” katanya.
Prediction market sebelumnya merupakan segmen kecil dalam dunia keuangan, didominasi oleh dua pemain utama yakni Polymarket dan Kalshi. Namun dalam beberapa bulan terakhir, sektor ini berkembang pesat dan menarik minat institusi besar.
Polymarket memanfaatkan jaringan seperti blockchain untuk mencatat transaksi dan menyelesaikan kontrak secara otomatis melalui smart contract. Sementara Kalshi menggunakan pendekatan tradisional dengan sistem terpusat dan kerangka regulasi yang lebih ketat.
Beberapa platform kripto juga telah mengintegrasikan fitur prediction market ke dalam layanan mereka. Langkah ini memperluas akses bagi investor ritel dan meningkatkan aktivitas perdagangan di sektor tersebut.
Meski potensinya besar, regulasi masih menjadi tantangan utama. Status hukum prediction market masih berkembang, terutama terkait jenis kontrak yang diperbolehkan. Commodity Futures Trading Commission sebelumnya telah mengambil langkah awal untuk membangun kerangka pengawasan sektor ini. Bank-bank besar diperkirakan akan menunggu kepastian regulasi sebelum meluncurkan produk secara resmi.
Masuknya institusi besar menunjukkan bahwa prediction market berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan modern. Namun, arah perkembangan sektor ini akan sangat bergantung pada regulasi dan model teknologi yang dipilih oleh para pemain besar.
Baca Juga: Australia Siapkan Kebijakan Darurat Minyak, Dampak Perang Iran-Amerika Serikat
Ketertarikan bank besar terhadap prediction market menandai fase baru dalam evolusi industri keuangan. Dengan dukungan teknologi dan meningkatnya minat investor, sektor ini berpotensi berkembang pesat, meski masih menghadapi ketidakpastian regulasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement