Kredit Foto: Istimewa
Rendahnya kepemilikan dana pensiun di Indonesia menjadi tantangan serius bagi generasi produktif di tengah meningkatnya biaya hidup dan tren populasi menua. Survei Prudential menunjukkan sekitar 63% pekerja di Indonesia belum memiliki dana hari tua. Kondisi ini membuat banyak lanjut usia tetap bekerja atau bergantung pada pihak lain.
Minimnya kepemilikan dana pensiun mencerminkan rendahnya kesadaran generasi muda dalam menyiapkan masa depan finansial. Sari (30), misalnya, mengaku belum menjadikan dana pensiun sebagai prioritas karena penghasilannya habis untuk kebutuhan sehari-hari dan keluarga.
Seiring meningkatnya biaya kesehatan dan kebutuhan hidup, risiko kehabisan dana di hari tua kian nyata, terutama tanpa perencanaan yang matang.
Certified Financial Planner Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, menekankan pentingnya memulai perencanaan sejak dini. “Dalam mempersiapkan masa tua, kita perlu bertanya pada diri sendiri: pada usia berapa ingin berhenti bekerja dan gaya hidup seperti apa yang diinginkan. Dari sini, seseorang bisa mulai menentukan alokasi pendapatan setiap bulan, lalu menjalankannya secara disiplin dan konsisten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, perhitungan kebutuhan dana pensiun dapat mengacu pada persentase gaya hidup saat ini agar bisa menentukan target keuangan secara lebih terukur, yakni sekitar 75–80% untuk gaya hidup lebih sederhana hingga 120–125% untuk gaya hidup lebih aktif.
Sebagai ilustrasi, Sari dengan penghasilan Rp10 juta per bulan yang mulai merencanakan pensiun di usia 55 tahun dengan gaya hidup sederhana, dapat mengalokasikan premi Rp700 ribu per bulan. Langkah ini memungkinkan terbentuknya dana masa depan secara bertahap yang dapat menjadi sumber penghasilan saat pensiun.
Baca Juga: OJK Waspadai Tekanan Investasi Dana Pensiun 2026
Baca Juga: Gen Z dan Milenial Abaikan Dana Pensiun, Risiko Finansial Mengintai Generasi Muda
Baca Juga: OJK Nilai Penempatan Dana Pemerintah Rp100 Triliun ke Perbankan Perkuat Likuiditas Nasional
Sementara itu, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menilai tantangan generasi muda saat ini tidak hanya terkait penghasilan, tetapi juga rasa aman terhadap masa depan.
“Semakin banyak orang Indonesia yang memiliki harapan hidup lebih panjang. Namun, masih banyak yang belum yakin apakah mereka dapat menikmati masa tua dengan nyaman. Bagi generasi muda, tantangan finansial saat ini bukan hanya soal penghasilan, tetapi juga rasa aman terhadap masa depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement