Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prudential Soroti Kenaikan Biaya Berobat, Klaim Nasabah Tembus Rp16 Triliun

Prudential Soroti Kenaikan Biaya Berobat, Klaim Nasabah Tembus Rp16 Triliun Kredit Foto: (Istimewa)
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) catatkan pembayaran klaim mencapai Rp16 triliun sepanjang 2025. Perusahaan mengatakan, inflasi medis menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi industri kesehatan.

Presiden Direktur Prudential Indonesia Tony Benitez mengatakan kenaikan biaya layanan kesehatan terjadi bersamaan dengan tekanan daya beli masyarakat dan dinamika ekonomi global yang memengaruhi industri.

“Volatilitas pasar dan kondisi makroekonomi global memengaruhi nilai investasi, sementara meningkatnya inflasi medis dan tekanan terhadap daya beli masyarakat menjadi tantangan yang terus dihadapi industri,” ujar Tony dalam keterangan tertulis, Rabu (3/6/2026).

Sebagai respons atas kenaikan biaya kesehatan, Prudential Indonesia memperluas jaringan PRUPriority Hospitals. Tercatat, hingga akhir 2025, jaringan tersebut telah mencakup lebih dari 1.700 rumah sakit yang tersebar di lebih dari 500 kota dan kabupaten di Indonesia, termasuk rumah sakit vertikal yang berafiliasi dengan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Kinerja 2025 Tumbuh Berkelanjutan, Prudential Indonesia Bukukan Premi Rp21,1 Triliun

Baca Juga: Prudential Syariah Catat Kontribusi Bisnis Baru Rp1 Triliun pada 2025

Selain itu, perusahaan juga membentuk Prudential Medical Advisory Board guna mendukung proses klaim yang lebih objektif, adil, dan transparan agar kualitas layanan nasabah tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan.

Tony menegaskan perusahaan akan terus memperkuat akses perlindungan kesehatan yang lebih relevan bagi masyarakat. Maka dari itu, selain memperkuat jaringan layanan, Prudential juga meluncurkan produk PRUSehat yang dirancang sebagai solusi perlindungan kesehatan yang lebih inklusif dan ditujukan untuk menjawab tantangan keterjangkauan layanan kesehatan, terutama bagi generasi muda.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri