Takut Kariernya ke Depan Digantikan oleh AI, Mahasiswa Mulai Banyak Pindah Jurusan Kuliah
Kredit Foto: Unsplash/Markus Winkler
Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) disebut telah mengubah cara mahasiswa di Amerika Serikat (AS) merencanakan jalur akademis dan masa depan kariernya.
Itu berdasarkan laporan terbaru dari hasil jajak pendapat Gallup yang dirilis pada 2 April 2026. Dalam laporan Axios perkembangan teknologi AI membuat banyak mahasiswa secara aktif mengevaluasi ulang prospek karier mereka.
Mahasiswa kini memasukkan dampak AI sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan terkait jurusan, demi mencari bidang studi yang lebih relevan dan aman dari disrupsi teknologi di dunia kerja.
Ini dia hasil jajak pendapat dari Gallup tentang AI dan mahasiswa memandang karier ke depannya:
- Telah beralih: Sebanyak 16% mahasiswa yang saat ini sedang kuliah mengaku sudah mengganti jurusan atau bidang studi mereka karena mempertimbangkan potensi dampak AI.
- Mempertimbangkan pindah: 42% mahasiswa program sarjana (S1) menyatakan bahwa AI telah membuat mereka memikirkan secara serius untuk beralih jurusan.
- Program diploma lebih adaptif: Persentase pemikiran ini jauh lebih tinggi di kalangan mahasiswa program associate degree (diploma/vokasi). Sebanyak 56% mahasiswa diploma telah mempertimbangkan untuk pindah jurusan, dan 19% sudah benar-benar melakukannya (dibandingkan angka 13% pada mahasiswa sarjana).
- Mahasiswa laki-laki dilaporkan lebih banyak mengganti jurusan mereka akibat faktor AI dibandingkan mahasiswa perempuan (21% berbanding 12%).
AI kini bukan sekadar ancaman bagi karier di masa depan, melainkan alat bantu yang sudah tidak bisa lepas dari rutinitas akademis mahasiswa sehari-hari.
Survei yang sama menemukan bahwa lebih dari separuh (57%) mahasiswa di AS menggunakan AI setidaknya seminggu sekali untuk membantu pengerjaan tugas kuliah mereka, dan satu dari lima mahasiswa menggunakannya setiap hari.
Alasan utama mahasiswa menggunakan AI adalah untuk membantu mereka memahami materi kuliah yang kompleks. Mahasiswa dari jurusan bisnis, teknologi, dan teknik tercatat sebagai pengguna AI yang paling aktif dibandingkan dengan bidang studi lainnya.
Meskipun penggunaan AI sangat masif di kalangan mahasiswa, masih ada kesenjangan besar dengan kebijakan di tingkat universitas. Lebih dari separuh mahasiswa yang disurvei menyebutkan bahwa kampus mereka tidak menganjurkan (42%) atau bahkan melarang secara total (11%) penggunaan AI dalam lingkungan akademis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement