Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

El Nino Ekstrem Ancam Industri Asuransi, Klaim Berpotensi Naik

El Nino Ekstrem Ancam Industri Asuransi, Klaim Berpotensi Naik Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
Warta Ekonomi, Jakarta -

Fenomena cuaca El Nino ekstrem atau yang kerap disebut El Nino Godzilla diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada industri asuransi, terutama dari sisi lonjakan klaim dan ketahanan keuangan.

Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi), Azuarini Diah Parwati, menyatakan kondisi ini menjadi peringatan bagi industri untuk memperkuat kesiapan dalam menghadapi risiko iklim ekstrem.

El Nino ekstrem ini berpotensi menjadi wake-up call bagi industri asuransi umum. Risiko meningkat cepat, dan tidak semua pelaku siap dari sisi underwriting maupun kapasitas penyerapan klaim,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, Rabu (1/4/2026).

Ia menilai tekanan utama akan datang dari lonjakan klaim akibat meningkatnya risiko bencana dalam waktu singkat, terutama jika perusahaan tidak memiliki manajemen risiko yang memadai.

“Lonjakan klaim yang bersifat akumulatif adalah risiko utama. Industri relatif siap, tetapi disiplin underwriting dan kecukupan reasuransi akan benar-benar diuji dalam periode ini,” katanya.

Selain berdampak pada industri asuransi, fenomena ini juga berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran properti, hingga gangguan rantai pasok akibat cuaca ekstrem.

“Karhutla, kebakaran properti, gangguan bisnis, dan disrupsi rantai pasok akan meningkat signifikan, dengan efek berantai ke berbagai sektor ekonomi,” jelasnya.

Baca Juga: Menteri Pertanian Amran Sulaiman Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman Hadapi El Nino Godzilla

Baca Juga: Bapanas Perkuat Stok Cadangan Pangan Nasional Hadapi Ancaman Fenomena El Nino Godzilla

Baca Juga: BRIN Peringatkan Super El Nino 2026 Ancam Ketahanan Pangan, Kemarau Ekstrem hingga Oktober

Perubahan profil risiko tersebut juga mendorong perusahaan asuransi untuk menyesuaikan strategi bisnis, termasuk dalam penentuan harga premi dan pengembangan produk.

“Ini akan mempercepat pergeseran ke risk-based pricing dan mendorong produk yang lebih adaptif seperti asuransi parametrik. Penyesuaian tarif di lini properti dan agrikultur hampir tidak terhindarkan,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait:

Advertisement