Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pipeline IPO Dievaluasi, 12 Perusahaan Ditargetkan Melantai di Semester I 2026

Pipeline IPO Dievaluasi, 12 Perusahaan Ditargetkan Melantai di Semester I 2026 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengakui proses penawaran umum perdana saham (IPO) saat ini berlangsung lebih selektif.

Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan pendalaman informasi terhadap calon perusahaan tercatat.

Dalam proses pipeline IPO, BEI kini aktif melakukan inquiry kepada calon emiten, termasuk meminta dokumen tambahan, guna memastikan kesiapan perusahaan sebelum melantai di pasar modal.

"Pada saat kita inquiry, lebih banyak lagi informasi yang kita butuhkan dari mereka."

"Jadi, kembali lagi proses kecepatan dari kami memproses tentu akan tergantung dari respons dari perusahaan tercatat," kata dia di BEI, dikutip pada Jumat (3/4/2026).

Meski proses seleksi diperketat, Nyoman menyebut pipeline IPO tetap terjaga dan berasal dari berbagai sektor usaha.

Saat ini mayoritas calon emiten berada di papan pengembangan dan papan utama.

Sementara, belum terdapat perusahaan kategori lighthouse atau emiten berkapitalisasi besar.

"Jadi kita tentu menunggu yang lighthouse dalam kondisi yang dinamik seperti ini," ungkapnya.

Berdasarkan data BEI per 27 Maret 2026, tercatat sebanyak 12 perusahaan berada dalam pipeline pencatatan saham di BEI.

Berdasarkan klasifikasi komposisi, calon emiten didominasi perusahaan beraset besar. 

Baca Juga: OJK Perketat IPO, Banyak Calon Emiten Tumbang

Terdapat satu perusahaan aset skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan 11 perusahaan aset skala besar (aset di atas Rp250

"Kalau dari si laporan keuangan harusnya semua (IPO) di tahun ini di semester I," ucapnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement