IRGC Klaim Serang Oracle Dubai, Otoritas Setempat Membantahnya! Siapa yang Bisa Dipercaya?
Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Serangan ke infrastruktur digital ini bukan muncul tiba-tiba.
IRGC sebelumnya sudah menetapkan 18 perusahaan teknologi AS sebagai "target sah", termasuk Microsoft, Google, Apple, Meta, Nvidia, Oracle, Cisco, Intel, IBM, Dell, Palantir, JPMorgan, Tesla, GE, dan Boeing, dengan peringatan kepada karyawan perusahaan-perusahaan itu untuk segera mengosongkan kantor mereka.
Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, sebuah negara secara sengaja menjadikan pusat data cloud komersial sebagai target serangan militer.
Para ahli menilai data center sangat rentan karena ukurannya besar, strukturnya relatif rapuh, dan tidak memiliki pertahanan udara khusus seperti instalasi militer.
Kerentanan itulah yang membuat klaim IRGC, benar atau tidak, tetap menjadi ancaman yang tidak bisa diabaikan begitu saja oleh perusahaan teknologi global yang beroperasi di kawasan.
Bagi dunia bisnis, pelajaran dari situasi ini sudah jelas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement