IRGC Klaim Serang Oracle Dubai, Otoritas Setempat Membantahnya! Siapa yang Bisa Dipercaya?
Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
Di tengah perang yang kian meluas ke ranah digital, sebuah klaim dan bantahan dalam waktu kurang dari 24 jam mencerminkan realitas baru konflik modern: kebenaran di medan perang kini sama sulitnya untuk diverifikasi, seperti rudal yang melesat di malam hari.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Kamis (2/4/2026), mereka menyerang dan menghancurkan pusat data Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab.
Pernyataan itu disertai konteks yang tegas: serangan ini adalah balasan atas "pembunuhan" warga Iran, dan merupakan aksi pertama IRGC yang secara eksplisit menyasar infrastruktur teknologi perusahaan AS dan Israel di kawasan.
Namun sehari berselang, Kantor Media Dubai langsung membantah melalui unggahan di platform X, menyebut laporan tentang serangan tersebut tidak benar.
Dua klaim yang saling bertolak belakang ini bukan sekadar soal benar atau salah, keduanya mencerminkan kepentingan yang sangat berbeda.
Dubai tidak mau dianggap sebagai medan perang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Yaspen Martinus
Advertisement