Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Investor Hati-hati! BEI Pantau Ketat Pergerakan Saham DATA dan YPAS

Investor Hati-hati! BEI Pantau Ketat Pergerakan Saham DATA dan YPAS Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bursa Efek Indonesia mengeluarkan pengumuman terkait pergerakan saham yang tidak biasa pada dua emiten, yakni PT Remala Abadi Tbk (DATA) dan PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS), sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap investor.

"Dalam rangka perlindungan Investor, dengan ini kami menginformasikan adanya penurunan harga pada saham PT Remala Abadi Tbk (DATA) yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, Yulianto Aji Sadono. 

Dalam sepekan, saham ini telah anjlok hingga 44,76% bahkan mencapai 52,32%, dan masih melanjutkan pelemahan sebesar 10,32% ke level Rp1.955 pada sesi pertama perdagangan Senin (6/4).

Sebaliknya, saham YPAS justru menunjukkan lonjakan signifikan dalam periode yang sama. Dalam sepekan, saham ini melesat 127,7% dan bahkan melonjak hingga 190,52% dalam sebulan terakhir. Pada perdagangan terkini, YPAS masih menguat 20,86% ke level Rp1.685.

Baca Juga: Grup Djarum (SUPR) Mau Go Private, Saham Publik Siap Dibeli Rp45.000 per Lembar

Baca Juga: Suspensi Dicabut, Saham MGLV Masuk Papan FCA

Baca Juga: Harga Naik Tajam, Saham ASPR Digembok Bursa

Yulianto menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal. "Sehubungan dengan terjadinya Unusual Market Activity atas saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," ujarnya. 

Seiring dengan kondisi ini, investor diimbau untuk lebih berhati-hati dengan memperhatikan keterbukaan informasi dari perusahaan, mencermati kinerja fundamental emiten, serta mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement