Proyek TOD Raksasa Masuk Bandung, Kiara Condong-Laswi Jadi Magnet Baru Investasi
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Kota Bandung bersiap memasuki babak baru pengembangan kawasan perkotaan modern. Pemerintah pusat bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah mematangkan rencana pembangunan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi di wilayah strategis Kota Bandung.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari pemetaan aset negara yang telah dilakukan sejak kepemimpinan Dirut KAI, Bobi Rasidin.
Sejumlah titik potensial pun telah disurvei, termasuk tiga lokasi di Tanah Abang dan satu di Kota Tua Jakarta. Kini, fokus pengembangan mulai bergeser ke Bandung.
“Hari ini kita sudah masuk ke Kiara Condong, Kota Bandung, dan dilanjutkan ke Jalan Laswi. Ini akan dijadikan TOD yang ada MBR-nya,” ujar Maruarar di Bandung, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, kawasan ini akan menjadi proyek percontohan nasional karena menggabungkan hunian, transportasi, dan fasilitas publik dalam satu ekosistem terpadu. Dengan total luas mencapai sekitar 1,5 hektare, terdiri dari 7.000 meter persegi di satu titik dan 8.000 meter persegi di lokasi lainnya, kawasan ini dinilai sangat strategis.
Tak hanya hunian, konsep TOD tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti pendidikan, layanan kesehatan, tempat ibadah, hingga area parkir yang memadai. Pemerintah menargetkan konsep dasar proyek ini sudah bisa dipaparkan pada 25 April 2026.
“Kita akan bertemu lagi untuk melihat konsep dasarnya seperti apa,” ujarnya
Dalam hal pembiayaan, pemerintah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
Maruarar menyebut Astra telah berkomitmen membangun 1.000 unit rumah susun sebagai bagian dari dukungan sektor swasta.
“Saya menunggu arahan dari Dirut KAI terkait lokasi untuk Astra. Kita juga dorong perusahaan dan yayasan lain ikut berkontribusi,” katanya
Selain itu, proyek ini juga akan mengakomodasi skema komersial, tanpa mengesampingkan tujuan utama menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Program ini disebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menaruh perhatian besar pada sektor perumahan rakyat.
Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Bobi Rasidin, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan perhitungan terkait jumlah unit hunian yang akan dibangun. Namun, ia memastikan konsep TOD akan dioptimalkan dengan mengintegrasikan berbagai fungsi kawasan.
Baca Juga: Gandeng Swasta, Pemerintah Siapkan 1.000 Unit Rusun Subsidi di Lahan KAI
“Konsep TOD ini mencakup kawasan bisnis, fasilitas umum, dan hunian dalam satu area terintegrasi. Akan ada tower yang segera kita bangun,” katanya.
Keunggulan lokasi ini semakin diperkuat dengan keberadaan simpul transportasi penting seperti Stasiun Kiara Condong, Stasiun Bandung, dan kawasan Laswi, yang menjadikannya sangat potensial sebagai pusat pertumbuhan baru di Kota Kembang.
Paparan lengkap proyek ini dijadwalkan akan disampaikan pada akhir April mendatang. Jika terealisasi, kawasan TOD Kiara Condong-Laswi diprediksi menjadi magnet baru investasi sekaligus solusi hunian modern di tengah kota.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Saepulloh
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait:
Advertisement